Thursday, February 27, 2025

BAGIAN 5: MENGUAK RAHASIA ANOMALI WAKTU

 

APPLE 2050

Pingkan Hamzens

Novel Penyuluhan untuk Pembangunan Kota 

Misteri Perjalanan Waktu di Sebuah Kota

Bagian 5

MENGUAK RAHASIA ANOMALI WAKTU

Sang Pengendali

Alarm di layar dinding terus berbunyi, memancarkan cahaya merah yang berdenyut-denyut. Apple muda menoleh ke Apple versi 2050, menuntut jawaban.

“Apa maksudnya dengan aktivitas anomali di Sungai Emas?” tanyanya cepat.

Apple tua mengambil remote dan menekan sebuah tombol. Layar berubah menampilkan citra udara Sungai Emas yang berkilauan di bawah cahaya matahari senja. Namun, ada sesuatu yang aneh. Pusaran energi tampak berputar di tengah sungai, seperti portal yang menghubungkan dua dunia.

“Itu adalah titik perpindahan waktu,” jelas Apple yang lebih tua dengan suara serius. “Sungai Emas tidak hanya membelah Kota Zoukha menjadi dua wilayah, tapi juga membelah dimensi waktu. Ada ambang batas di tempat tertentu yang jika dilewati dengan kondisi tertentu, bisa membawa seseorang ke masa lalu atau masa depan.”

Apple muda menelan ludah. “Jadi… kami telah melewati portal waktu itu tanpa sadar?”

Apple tua mengangguk. “Dan itulah yang membuat kalian terjebak di sini. Tidak semua orang bisa berpindah waktu, hanya mereka yang terhubung secara emosional dengan kota ini yang bisa.”

“Maksudmu, keluarga kami memiliki keterikatan dengan anomali ini?”

“Ya.” Apple tua berjalan ke meja, menarik laci, dan mengeluarkan sebuah tablet holografik. Ia menyentuh layar dan menampilkan serangkaian peta, grafik, dan catatan penelitian. Dulu, sebelum Zoukha menjadi kota hijau dan asri seperti sekarang, aku menemukan pola anomali di Sungai Emas. Ada periode tertentu di mana air sungai berubah lebih pekat dengan energi kuantum, dan saat itulah perpindahan waktu terjadi.”

Apple muda menatap layar itu dengan kagum sekaligus ketakutan. “Kalau begitu, ada kemungkinan kami bisa kembali, bukan?”

Apple tua menarik napas dalam. “Mungkin, tapi belum ada yang pernah berhasil kembali setelah melewati batas itu.”

“Lalu kenapa kamu tidak pernah mencoba kembali?”

Apple tua menatapnya dalam-dalam. “Karena aku membuat pilihan.”

Apple muda tersentak. “Pilihan?”

“Ya. Setelah tiba di sini, aku sudah pernah mencoba untuk kembali, tapi seiring waktu, aku menyadari bahwa masa depan ini adalah hasil dari perjuanganku di masa lalu. Jika aku kembali, ada kemungkinan semuanya akan berubah. Kota Zoukha mungkin tidak akan menjadi seperti sekarang.”

Apple muda terdiam, mencoba memahami maksud dari perkataan dirinya yang lebih tua. “Tapi aku belum membuat keputusan itu. Aku belum melakukan semua yang kau lakukan. Apa yang terjadi jika aku tetap memilih kembali?”

Apple tua tersenyum tipis. Itulah pertanyaan terbesar. Mungkin kau akan mengubah sejarah atau sebaliknya mungkin kau justru tidak akan pernah ada di sini dalam kondisi Kota Zoukha seperti saat ini. Bukankah yang kau lihat adalah impianmu?.”

Tiba-tiba, layar berkedip dan menampilkan sesuatu yang mengejutkan mereka.

 

Mampukah Kembali?

Layar di dinding kapal ruang itu terbuka dan memperlihatkan  sebuah berita langsung dari Sungai Emas.

 

BREAKING NEWS: KAPAL PESIAR MILIK KELUARGA APPLE DITEMUKAN TERAPUNG DI TENGAH

PUSARAN ANOMALI!”

Apple muda berdiri dengan cepat menatap layar besar. “Itu kapal ini!”

Apple tua mengangguk. “Dan karena itulah kapal ini harus aku hilangkan dari pandangan. Aku saat ini berupaya untuk dapat kembali ke waktu asal.Namun…ada sedikit masalah. Pusaran anomali waktu kini telah terbagi di beberapa titik.Sehingga energi di sini menjadi kecil untuk membawa kita kembali.”

Apple muda masih mencerna kata-kata itu ketika Apple tua melanjutkan, “Ada satu masalah besar. Portal antar waktu tidak selalu terbuka. Periode aktivasi portal ini tidak teratur, tetapi dari catatan yang aku kumpulkan selama bertahun-tahun, ada pola tertentu. Portal hanya terbuka ketika Sungai Emas mencapai kondisi tertentu—arus air, cuaca, dan bahkan kondisi bulan berperan dalam pembentukannya.”

“Jadi kapan berikutnya portal itu akan terbuka?” tanya Apple muda, berusaha menahan detak jantungnya yang berdegup cepat.

Apple tua mengambil sebuah perangkat kecil dari sakunya, menekan tombol, dan hologram jam waktu kuantum muncul.

“Dua puluh empat jam 5 menit dan 15 detik lagi.”

Apple muda menyadari bahwa mereka berpacu dengan waktu.

“Tapi bagaimana mungkin kapal ini mampu untuk tidak ditemukan lebih awal?” tanya Apple muda curiga.

Apple tua tersenyum tipis dan menekan tombol di perangkatnya. Layar hologram di ruangan itu bergeser menampilkan citra kapal pesiar mereka yang terapung tenang di tengah pusaran. Namun, anehnya, kapal itu tidak terlihat dalam visual biasa. Ia hanya terlihat melalui sensor khusus yang ada di sistem  yang dimiliki Apple tua.

“Aku telah menyembunyikannya. Aku mengendalikannya,” jelas Apple tua. “Kapal ini memiliki sistem kamuflase yang dapat membuatnya tak terlihat oleh mata telanjang maupun radar biasa. Aku mengembangkan teknologi ini bertahun-tahun lalu untuk menjaga kapal ini tetap aman.Sewaktu-waktu dapat menuju pusaran anomali waktu”

Apple muda menatap tak percaya. “Kenapa kau harus membuat kapal ini tak terlihat?”

“Karena aku tahu suatu saat, aku—kita—akan membutuhkannya. Seperti saat ini.”

Suasana menjadi semakin mencekam. Kini, mereka harus memastikan bahwa mereka mempu berada di pusaran pusaran waktu sebelum kesempatan itu hilang.

“Jika kita benar-benar ingin kembali,” lanjut Apple tua, “maka kita berdua yang harus segera bertindak. Kita adalah pusat dari ini semua. Ikuti dan lakukan yang aku katakan.” (Bersambung)

_________________________________________




No comments:

Post a Comment