APPLE 2050
Pingkan Hamzens
Novel Penyuluhan untuk Pembangunan Kota
Misteri Perjalanan Waktu di Sebuah Kota
Bagian 5
MENGUAK RAHASIA ANOMALI WAKTU
Sang Pengendali
Alarm
di layar dinding terus berbunyi, memancarkan cahaya merah yang
berdenyut-denyut. Apple muda menoleh ke Apple versi 2050, menuntut jawaban.
“Apa maksudnya dengan aktivitas
anomali di Sungai Emas?” tanyanya cepat.
Apple tua mengambil remote dan menekan sebuah tombol. Layar
berubah menampilkan citra udara Sungai Emas yang berkilauan di bawah cahaya
matahari senja. Namun, ada sesuatu yang aneh. Pusaran energi tampak berputar di
tengah sungai, seperti portal yang menghubungkan dua dunia.
“Itu adalah titik perpindahan
waktu,” jelas Apple yang lebih tua dengan suara serius. “Sungai Emas tidak hanya membelah Kota Zoukha
menjadi dua wilayah, tapi juga membelah dimensi waktu. Ada ambang batas di
tempat tertentu yang jika dilewati dengan kondisi tertentu, bisa membawa
seseorang ke masa lalu atau masa depan.”
Apple muda menelan ludah. “Jadi… kami telah melewati portal waktu itu tanpa sadar?”
Apple tua mengangguk. “Dan itulah yang membuat kalian terjebak di sini. Tidak semua orang bisa
berpindah waktu, hanya mereka yang terhubung secara emosional dengan kota ini
yang bisa.”
“Maksudmu, keluarga kami memiliki
keterikatan dengan anomali ini?”
“Ya.”
Apple tua berjalan ke meja, menarik laci, dan mengeluarkan sebuah tablet
holografik. Ia menyentuh layar dan menampilkan serangkaian peta, grafik, dan
catatan penelitian. “Dulu,
sebelum Zoukha menjadi kota hijau dan asri seperti sekarang, aku menemukan pola
anomali di Sungai Emas. Ada periode tertentu di mana air sungai berubah lebih
pekat dengan energi kuantum, dan saat itulah perpindahan waktu terjadi.”
Apple muda menatap layar itu dengan kagum sekaligus
ketakutan. “Kalau begitu, ada
kemungkinan kami bisa kembali, bukan?”
Apple tua menarik napas dalam. “Mungkin, tapi belum ada yang pernah berhasil kembali setelah melewati
batas itu.”
“Lalu kenapa kamu tidak pernah
mencoba kembali?”
Apple tua menatapnya dalam-dalam. “Karena aku membuat pilihan.”
Apple muda tersentak. “Pilihan?”
“Ya. Setelah tiba di sini, aku sudah
pernah mencoba untuk kembali, tapi seiring waktu, aku menyadari bahwa masa
depan ini adalah hasil dari perjuanganku di masa lalu. Jika aku kembali, ada
kemungkinan semuanya akan berubah. Kota Zoukha mungkin tidak akan menjadi
seperti sekarang.”
Apple muda terdiam, mencoba memahami maksud dari perkataan
dirinya yang lebih tua. “Tapi aku belum
membuat keputusan itu. Aku belum melakukan semua yang kau lakukan. Apa yang
terjadi jika aku tetap memilih kembali?”
Apple tua tersenyum tipis. “Itulah pertanyaan terbesar. Mungkin kau akan mengubah sejarah atau
sebaliknya mungkin kau justru tidak akan pernah ada di sini dalam kondisi Kota
Zoukha seperti saat ini. Bukankah yang kau lihat adalah impianmu?.”
Tiba-tiba, layar berkedip dan menampilkan sesuatu
yang mengejutkan mereka.
Mampukah Kembali?
Layar
di dinding kapal ruang itu terbuka dan memperlihatkan sebuah berita langsung dari Sungai Emas.
“BREAKING NEWS: KAPAL PESIAR MILIK
KELUARGA APPLE DITEMUKAN TERAPUNG DI TENGAH
PUSARAN
ANOMALI!”
Apple muda berdiri dengan cepat menatap layar besar. “Itu kapal ini!”
Apple tua mengangguk. “Dan karena itulah kapal ini harus aku hilangkan
dari pandangan. Aku saat ini berupaya untuk dapat kembali ke waktu asal.Namun…ada
sedikit masalah. Pusaran anomali waktu kini telah terbagi di beberapa titik.Sehingga
energi di sini menjadi kecil untuk membawa kita kembali.”
Apple muda masih mencerna kata-kata itu ketika Apple tua
melanjutkan, “Ada satu masalah besar. Portal antar waktu tidak selalu terbuka.
Periode aktivasi portal ini tidak teratur, tetapi dari catatan yang aku
kumpulkan selama bertahun-tahun, ada pola tertentu. Portal hanya terbuka ketika
Sungai Emas mencapai kondisi tertentu—arus air, cuaca, dan bahkan kondisi bulan
berperan dalam pembentukannya.”
“Jadi kapan berikutnya portal itu akan terbuka?” tanya Apple
muda, berusaha menahan detak jantungnya yang berdegup cepat.
Apple tua mengambil sebuah perangkat kecil dari sakunya,
menekan tombol, dan hologram jam waktu kuantum muncul.
“Dua puluh empat jam 5 menit dan 15 detik lagi.”
Apple muda menyadari bahwa mereka berpacu dengan waktu.
“Tapi bagaimana mungkin kapal ini mampu untuk tidak ditemukan
lebih awal?” tanya Apple muda curiga.
Apple tua tersenyum tipis dan menekan tombol di
perangkatnya. Layar hologram di ruangan itu bergeser menampilkan citra kapal
pesiar mereka yang terapung tenang di tengah pusaran. Namun, anehnya, kapal itu
tidak terlihat dalam visual biasa. Ia hanya terlihat melalui sensor khusus yang
ada di sistem yang dimiliki Apple tua.
“Aku telah menyembunyikannya. Aku mengendalikannya,” jelas
Apple tua. “Kapal ini memiliki sistem kamuflase yang dapat membuatnya tak
terlihat oleh mata telanjang maupun radar biasa. Aku mengembangkan teknologi
ini bertahun-tahun lalu untuk menjaga kapal ini tetap aman.Sewaktu-waktu dapat
menuju pusaran anomali waktu”
Apple muda menatap tak percaya. “Kenapa kau harus membuat
kapal ini tak terlihat?”
“Karena aku tahu suatu saat, aku—kita—akan membutuhkannya.
Seperti saat ini.”
Suasana menjadi semakin mencekam. Kini, mereka harus memastikan
bahwa mereka mempu berada di pusaran pusaran waktu sebelum kesempatan itu
hilang.
“Jika kita benar-benar ingin kembali,” lanjut Apple tua,
“maka kita berdua yang harus segera bertindak. Kita adalah pusat dari ini semua. Ikuti dan lakukan yang aku katakan.” (Bersambung)
_________________________________________
No comments:
Post a Comment