Friday, March 7, 2025

BAGIAN 29: MISTERI MASA DEPAN

 APPLE 2050

Pingkan Hamzens

Novel Penyuluhan untuk Pembangunan Kota 

Misteri Perjalanan Waktu di Sebuah Kota


Bagian 29

Misteri Masa Depan

Apple membuka mata dengan napas masih tersengal.Masih terasa guncangan dahsyat yang membuatnya hilang dari Control Building. Cahaya matahari pagi yang menerobos dari celah jendela sudut baca di ruang kerja membuatnya menyipitkan mata.

Kepalanya terasa berat, seperti baru saja melewati perjalanan panjang yang melelahkan.

Apple dalam posisi duduk. Di samping kanannya, di atas meja bundar sebuah novel tergeletak, tertelungkup. Apple 2050. Ia secara refleks mengambil ponselnya dan memotret cover depan novel dan tulisan di bagian cover belakang novel itu.

Suara Item, kucing hitam kesayangannya, terdengar pelan. Ia berjalan ke arah Apple, dan melompat ke pangkuannya. Sentuhan bulu lembut Item membawanya ke kesadaran penuh. Apple mengusap wajahnya, mencoba mengumpulkan ingatan.

Ia menatap novel di sampingnya, jemarinya menyusuri sampulnya. Ada sesuatu yang berbeda. Rasanya lebih dari sekadar buku.

Seperti jendela yang memperlihatkan sebuah dunia lain—dunianya, di masa depan. Kota Zoukha yang ia lihat dalam perjalanan aneh itu, kota yang hijau, cerdas, penuh harapan, namun juga penuh pengorbanan.

Perlahan, ia bangkit dari duduk.Di luar terdengan papa dan mamanya sedang bercakap-cakap. Namun rasa lelah yang sangat, masih melekat di tubuhnya, membuatnya terasa enggan untuk beranjak keluar ruangan ini.

Tiba-tiba, suara notifikasi terdengar dari ponselnya yang terletak di atas meja bundar di samping Novel “Apple 2050”. Apple meraih ponselnya dan melihat sebuah pesan dari Bryan. Tidak hanya pesan, tapi juga sebuah file terlampir.

"Apple, aku tidak tahu apakah kau akan mengingat semuanya, tapi aku yakin kau baik-baik saja. Bacalah tulisan yang kusobek dari dokumen di Pusat Arsip Kota Zoukha. Semua yang sudah dan akan kau lakukan ada di sini. Aku baik-baik saja namun masih sangat lelah.Gio daan Fiskha sudah menghubungiku. Mereka sedang istirahat."

Tangan Apple sedikit gemetar saat membuka file tersebut. Tulisan-tulisan di dalamnya membuat jantungnya berdegup lebih cepat. Sejarah Kota Zoukha, yang ditulis oleh Yudha. Setiap kata membawa ingatannya kembali pada perjalanan luar biasa yang barubsaja ia alami.

Waktu terasa begitu cepat berlalu saat ia membaca. Hingga akhirnya, ia menutup file itu dengan napas panjang.

Matanya menatap lurus ke depan.

Ia menoleh ke samping, ke arah novel Apple 2050 yang masih tergeletak di atas tempat tidur. Jarinya perlahan menyentuh sampulnya, merasakan teksturnya yang terasa nyata.

Namun tiba-tiba, sesuatu yang aneh terjadi.

Tulisan Apple 2050 di cover novel itu mulai memudar, perlahan-lahan menghilang seperti kabut yang tersapu angin.

Apple mengerutkan dahi, matanya membelalak.

Ia membuka lembar pertama—kosong.

Halaman kedua—kosong.

Ia membalik halaman demi halaman dengan panik, tetapi setiap lembar yang ia sentuh kini berubah menjadi halaman putih polos, tanpa jejak kata-kata yang sebelumnya tertulis.

"Apa yang terjadi…?" bisiknya, merasa dadanya bergemuruh.

Dalam hitungan detik, seluruh isi novel lenyap.

Yang tersisa hanyalah sebuah buku kosong berukuran novel, tanpa satu huruf pun.

Apple meraih ponselnya dengan cepat, membuka galeri foto.

Tangannya gemetar.

Apple memandang di galeri ponselnya, foto cover novel dengan judul “Apple 2050”  

Kemudian menggeser ke foto selanjutnya.

Cover belakang yang memuat pesan,

"Masa depan itu bukan sesuatu yang terjadi begitu saja, tetapi sesuatu yang harus kau ciptakan dengan kerja keras dan kesungguhan. Apapun hasilnya." (Apple 2050).

Masih dengan tangan yang bergetar.

Ia kembali memeriksa lembaran-lembaran kertas di novel yang kini telah kosong! (Bersambung)

_______________


No comments:

Post a Comment