APPLE 2050
Pingkan Hamzens
Novel Penyuluhan untuk Pembangunan Kota
Misteri Perjalanan Waktu di Sebuah Kota
Bagian
29
Misteri
Masa Depan
Apple membuka mata dengan napas masih
tersengal.Masih terasa guncangan dahsyat yang membuatnya hilang dari Control Building. Cahaya matahari pagi
yang menerobos dari celah jendela sudut baca di ruang kerja membuatnya
menyipitkan mata.
Kepalanya terasa berat, seperti baru
saja melewati perjalanan panjang yang melelahkan.
Apple dalam posisi duduk. Di samping
kanannya, di atas meja bundar sebuah novel tergeletak, tertelungkup. Apple
2050. Ia secara refleks mengambil ponselnya dan memotret cover depan novel
dan tulisan di bagian cover belakang novel itu.
Suara Item, kucing hitam
kesayangannya, terdengar pelan. Ia berjalan ke arah Apple, dan melompat ke
pangkuannya. Sentuhan bulu lembut Item membawanya ke kesadaran penuh. Apple
mengusap wajahnya, mencoba mengumpulkan ingatan.
Ia menatap novel di sampingnya,
jemarinya menyusuri sampulnya. Ada sesuatu yang berbeda. Rasanya lebih dari
sekadar buku.
Seperti jendela yang memperlihatkan
sebuah dunia lain—dunianya, di masa depan. Kota Zoukha yang ia lihat dalam
perjalanan aneh itu, kota yang hijau, cerdas, penuh harapan, namun juga penuh
pengorbanan.
Perlahan, ia bangkit dari duduk.Di
luar terdengan papa dan mamanya sedang bercakap-cakap. Namun rasa lelah yang
sangat, masih melekat di tubuhnya, membuatnya terasa enggan untuk beranjak
keluar ruangan ini.
Tiba-tiba, suara notifikasi
terdengar dari ponselnya yang terletak di atas meja bundar di samping Novel
“Apple 2050”. Apple meraih ponselnya dan melihat sebuah pesan dari Bryan. Tidak
hanya pesan, tapi juga sebuah file terlampir.
"Apple, aku tidak tahu apakah
kau akan mengingat semuanya, tapi aku yakin kau baik-baik saja. Bacalah tulisan
yang kusobek dari dokumen di Pusat Arsip Kota Zoukha. Semua yang sudah dan akan
kau lakukan ada di sini. Aku baik-baik saja namun masih sangat lelah.Gio daan
Fiskha sudah menghubungiku. Mereka sedang istirahat."
Tangan Apple sedikit gemetar saat
membuka file tersebut. Tulisan-tulisan di dalamnya membuat jantungnya berdegup
lebih cepat. Sejarah Kota Zoukha, yang ditulis oleh Yudha. Setiap kata membawa
ingatannya kembali pada perjalanan luar biasa yang barubsaja ia alami.
Waktu terasa begitu cepat berlalu
saat ia membaca. Hingga akhirnya, ia menutup file itu dengan napas panjang.
Matanya menatap lurus ke depan.
Ia menoleh ke samping, ke arah novel
Apple 2050 yang masih tergeletak di atas tempat tidur. Jarinya perlahan
menyentuh sampulnya, merasakan teksturnya yang terasa nyata.
Namun tiba-tiba, sesuatu yang aneh
terjadi.
Tulisan Apple 2050 di cover
novel itu mulai memudar, perlahan-lahan menghilang seperti kabut yang tersapu
angin.
Apple mengerutkan dahi, matanya
membelalak.
Ia membuka lembar pertama—kosong.
Halaman kedua—kosong.
Ia membalik halaman demi halaman dengan
panik, tetapi setiap lembar yang ia sentuh kini berubah menjadi halaman putih
polos, tanpa jejak kata-kata yang sebelumnya tertulis.
"Apa yang terjadi…?"
bisiknya, merasa dadanya bergemuruh.
Dalam hitungan detik, seluruh isi
novel lenyap.
Yang tersisa hanyalah sebuah buku
kosong berukuran novel, tanpa satu huruf pun.
Apple meraih ponselnya dengan cepat,
membuka galeri foto.
Tangannya gemetar.
Apple memandang di galeri ponselnya,
foto cover novel dengan judul “Apple 2050”
Kemudian menggeser ke foto
selanjutnya.
Cover belakang yang memuat pesan,
"Masa
depan itu bukan sesuatu yang terjadi begitu saja, tetapi sesuatu yang harus kau
ciptakan dengan kerja keras dan kesungguhan. Apapun hasilnya." (Apple
2050).
Masih dengan tangan yang bergetar.
Ia kembali memeriksa lembaran-lembaran
kertas di novel yang kini telah kosong! (Bersambung)
_______________
No comments:
Post a Comment