1. Meningkatkan Kualitas Pendidikan
Memastikan akses pendidikan berkualitas dari dasar hingga perguruan tinggi; meningkatkan pendidikan vokasi dan keterampilan teknis sesuai dengan kebutuhan industri; dan mendorong riset dan inovasi melalui kerja sama universitas dan industri. Contoh: Finlandia dan Jerman sukses meningkatkan produktivitas ekonomi dengan sistem pendidikan berbasis keterampilan (skill-based education).
2. Pengembangan Keterampilan dan Pelatihan Kerja
Menyediakan pelatihan kejuruan dan kursus keterampilan bagi angkatan kerja; mengadakan program upskilling dan reskilling untuk menyesuaikan dengan perubahan teknologi; dan mendorong sertifikasi kompetensi untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja. Contoh: Singapura memiliki SkillsFuture Program, yaitu SkillsFuture Singapore yang memberikan dana pelatihan bagi setiap warga negara agar terus meningkatkan keterampilan mereka. Sasarannya dalah untuk membentuk tenaga kerja yang inovatif dan produktif yang dapat membantu negara tersebut mewujudkan ambisi strategis jangka panjangnya.
3. Meningkatkan Kesehatan dan Kesejahteraan Tenaga Kerja
Menyediakan akses kesehatan yang baik untuk meningkatkan produktivitas pekerja; program nutrisi dan kesehatan kerja untuk mengurangi angka penyakit akibat pekerjaan; dan memberikan jaminan sosial untuk menjaga stabilitas ekonomi pekerja. Contoh: Negara-negara Nordik seperti Swedia dan Norwegia memiliki sistem jaminan sosial yang kuat sehingga tenaga kerja tetap produktif.
4. Digitalisasi dan Adopsi Teknologi
Meningkatkan literasi digital di kalangan tenaga kerja; mendorong penggunaan teknologi dalam pekerjaan untuk meningkatkan efisiensi; dan memberikan insentif bagi perusahaan untuk menerapkan teknologi berbasis SDM. Contoh: India sukses meningkatkan pendapatan berbasis SDM dengan mengembangkan sektor teknologi informasi (IT) melalui pelatihan dan pengembangan startup digital.
5. Menciptakan Lapangan Kerja Berkualitas
Menarik investasi dalam sektor industri padat karya dan teknologi; mengembangkan industri berbasis inovasi seperti ekonomi kreatif dan digital; dan mendorong wirausaha melalui pendanaan UMKM dan startup. Contoh: Korea Selatan berhasil mengembangkan industri K-Pop dan hiburan sebagai bagian dari ekonomi kreatif, yang memberikan lapangan kerja bagi jutaan orang.
6. Kebijakan Ekonomi yang Mendukung Tenaga Kerja
Menerapkan upah minimum yang layak untuk meningkatkan daya beli pekerja; mendorong fleksibilitas kerja yang sehat agar tenaga kerja tetap produktif; menyediakan program insentif bagi industri yang berinvestasi dalam pengembangan SDM. Contoh: Jepang berhasil meningkatkan produktivitas ekonomi melalui kebijakan "Work Style Reform", yang mengurangi jam kerja berlebih dan meningkatkan keseimbangan kerja-hidup (work-life balance).
Kesimpulan
Untuk
meningkatkan pendapatan suatu
negara berbasis SDM dibutuhkan pendekatan komprehensif yang
mencakup pendidikan, pelatihan, kesehatan,
teknologi, lapangan kerja, dan kebijakan ekonomi. Negara yang berhasil mengelola SDM
dengan baik akan mengalami pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat dan
berkelanjutan.
PH-15 Maret 2025
No comments:
Post a Comment