Wednesday, March 5, 2025

BAGIAN 19: AKHIRNYA SEPAKAT

 APPLE 2050

Pingkan Hamzens

Novel Penyuluhan untuk Pembangunan Kota 

Misteri Perjalanan Waktu di Sebuah Kota

Bagian 19

Akhirnya Sepakat

Apple 2050 dan Apple muda terus melangkah cepat di lorong bawah tanah yang semakin sempit dan gelap. Namun, setiap beberapa meter, lampu otomatis menyala di sepanjang dinding, memberikan cahaya redup yang cukup untuk menuntun langkah mereka. Suara langkah kaki mereka bergema, menciptakan ritme yang berpadu dengan suara mesin-mesin di kejauhan. Mereka hampir sampai di Control Building, bangunan tersembunyi yang menjadi pusat kendali utama Kota Zoukha.

Ketika mereka sampai di depan pintu baja besar dengan sistem keamanan berlapis, Apple muda menatap heran. Tidak ada gagang pintu, tidak ada celah, hanya sebuah panel bercahaya biru dengan layar transparan yang menampilkan kata-kata dalam kode yang rumit.

Apple 2050 meletakkan telapak tangannya di atas layar itu. "Hanya tiga orang yang bisa mengakses tempat ini: aku, Arman, dan Leon." Ucapannya terdengar tegas, namun ada nada kesedihan di dalamnya.

Apple muda melihat deretan angka dan simbol berubah cepat di layar, seolah sistem sedang menganalisis sesuatu. Namun, tiba-tiba layar memancarkan cahaya merah.

"Kode telah diubah... Arman dan Leon pasti sudah tahu aku akan berada di sini," gumam Apple 2050 sambil mengepalkan tangan.

Apple muda menatapnya dengan bingung. "Lalu bagaimana kita masuk?"

Apple 2050 menghela napas dalam-dalam, lalu mengangkat tangannya lagi. Ia menutup matanya, jemarinya menari cepat di udara, menyusun ulang kode digital yang hanya bisa dimengerti oleh sistem. "Jika mereka mengubah kodenya, maka aku akan meretas ulang sistem ini. Aku tahu celahnya, karena aku sendiri yang membangunnya."

Tak lama kemudian, layar kembali berwarna biru dan terdengar suara lembut dari sistem AI, "Selamat datang kembali, Apple."

Pintu baja itu bergeser perlahan ke samping, memperlihatkan ruang dalam yang nyaman dan sangat futuristik. Dinding-dindingnya penuh dengan layar holografik yang menampilkan kondisi Kota Zoukha dari berbagai sudut. Beberapa robot berbentuk humanoid dan drone melayang di udara, mengatur sistem kota dengan efisiensi luar biasa. Cahaya hijau dari panel surya di atapnya memantulkan cahaya lembut ke seluruh ruangan.

Apple muda terpana. "Ini luar biasa... semua yang kita lihat, kota ini, energi terbarukan, sistem pengelolaan tata kota yang canggih namun sangat humanis melayani manusia... semua ini adalah hasil kerja kerasmu."

Apple 2050 hanya tersenyum tipis. "Ya, aku menciptakan ini semua bersama Arman dan Leon. Kota yang sempurna, yang hijau, bersih, cerdas. Tidak ada polusi, tidak ada krisis energi. Bahkan tak ada kriminalitas"

Namun, tatapan Apple 2050 berubah sendu. Ia melangkah mendekati layar utama yang paling besar, lalu menyentuh permukaannya. Seketika, layar menampilkan siaran langsung dari Kantor Wali Kota Zoukha. Terlihat Arman, Leon, dan Wali Kota sedang berdiri di depan jendela besar yang menghadap ke kota. Mereka tampak tegang, berbicara serius.

"Mereka sedang membahas bagaimana mensterilkan empat titik anomali waktu. Mereka ingin mencegah semua orang mencapai titik-titik itu dalam beberapa waktu ke depan. Aku sudah memperkirakan ini..." bisik Apple 2050.

Apple muda menatapnya dengan sorot mata penuh pertanyaan. "Kalau mereka berhasil, berarti kita tidak akan pernah kembali ke masa asal kita, bukan?"

Apple 2050 mengangguk. "Benar. Itu artinya Kota Zoukha akan tetap seperti ini. Tidak akan ada pengembalian waktu. Aku, Arman, dan Leon akan tetap berada di sini sebagai sosok yang membangun kota ini. Dan kamu…juga akan tetap di sini."

Apple muda mengamati layar itu lebih lama. Perlahan, perasaan hormat dan respek mulai tumbuh dalam dirinya. Ia kini benar-benar memahami, bahwa Apple 2050 bukan sekadar dirinya di masa depan. Ia adalah seseorang yang telah berkorban begitu banyak untuk menciptakan kota impiannya, sebuah kota yang jauh lebih baik dari dunia yang pernah ia tinggali.

Namun, di balik keberhasilannya, Apple 2050 juga memahami bahwa kehidupan bukan hanya tentang pencapaian. Ada hal yang lebih penting daripada sekadar menciptakan dunia sempurna—yaitu menjalani kehidupan dengan segala ketidaksempurnaannya, tumbuh, berjuang, dan menerima kenyataan.

Apple muda menatap Apple 2050 dengan penuh perasaan. "Aku mengerti sekarang... Kau sudah mencapai semua impian kita. Tapi kau juga tahu bahwa hidup harus terus berjalan. Kau siap untuk kembali, bukan?"

Apple 2050 tersenyum. Kali ini, senyuman yang lebih tulus. "Ya. Aku siap."

_______________________

Apple 2050 dan Apple muda tetap berada di Control Building, pusat dari semua anomali waktu di Kota Zoukha. Di dalam ruangan ini, layar-layar besar menampilkan kondisi di ketiga titik anomali lainnya—Pasar Sungai Emas, Menara Jam Zoukha, dan Reruntuhan Kota Lama. Dari sini, Apple 2050 harus mengendalikan situasi agar tidak ada satu pun orang dari masa lalu yang mencapai titik-titik tersebut.

"Kita harus memastikan bahwa lorong bawah tanah ini tetap steril," ujar Apple 2050 sambil mengaktifkan mode pengamanan tertinggi di Control Building. Sistem pengamanan otomatis mulai bekerja, menutup akses ke dalam lorong dengan pintu baja elektromagnetik dan aktivasi drone pemantau.

Apple muda menatap layar utama, melihat Bryan muda, orang tuanya, serta Gio dan Fiskha yang kini semakin dekat dengan titik-titik anomali. "Mereka hampir sampai," ucapnya.

Apple 2050 menghela napas. "Aku harus bekerja ekstra keras untuk menjaga keseimbangan agar mereka dapat mencapai titik anomali sebelum waktunya."

Ia mulai mengetik di panel kendali, mengalihkan beberapa jalur akses yang memperlambat perjalanan mereka. Sementara itu, sistem energi terbarukan Kota Zoukha bekerja maksimal, memastikan seluruh kontrol tetap stabil. Teknologi yang ia danai bersama Arman dan Leon kini justru digunakan untuk mengembalikan keseimbangan waktu.

Tiba-tiba, layar menampilkan sebuah peringatan. Arman dan Leon telah bergerak menuju Control Building. "Mereka datang," gumam Apple 2050 dengan ekspresi tegang. "Mereka pasti menyadari bahwa aku telah mengubah kode akses."

Apple muda merasakan ketegangan di udara. "Kita harus bertahan di sini sampai waktu yang tepat, bukan?"

Apple 2050 mengangguk. "Ya. Tidak boleh ada yang masuk ke sini. Jika mereka berhasil mengakses Control Building, mereka bisa menghentikan semuanya."

Waktu tersisa 1 jam 10 menit. Apple 2050 dan Apple muda harus berjuang lebih keras untuk memastikan anomali waktu kembali ke kondisi normal. Mereka hanya memiliki satu kesempatan untuk membuat segalanya kembali seperti semula.

_______________




No comments:

Post a Comment