APPLE 2050
Pingkan Hamzens
Novel Penyuluhan untuk Pembangunan Kota
Misteri Perjalanan Waktu di Sebuah Kota
Bagian
19
Akhirnya
Sepakat
Apple 2050 dan Apple muda terus melangkah cepat di lorong
bawah tanah yang semakin sempit dan gelap. Namun, setiap beberapa meter, lampu
otomatis menyala di sepanjang dinding, memberikan cahaya redup yang cukup untuk
menuntun langkah mereka. Suara langkah kaki mereka bergema, menciptakan ritme
yang berpadu dengan suara mesin-mesin di kejauhan. Mereka hampir sampai di Control Building, bangunan tersembunyi
yang menjadi pusat kendali utama Kota Zoukha.
Ketika mereka sampai di depan pintu baja besar dengan sistem
keamanan berlapis, Apple muda menatap heran. Tidak ada gagang pintu, tidak ada
celah, hanya sebuah panel bercahaya biru dengan layar transparan yang
menampilkan kata-kata dalam kode yang rumit.
Apple 2050 meletakkan telapak tangannya di atas layar itu.
"Hanya tiga orang yang bisa mengakses tempat ini: aku, Arman, dan
Leon." Ucapannya terdengar tegas, namun ada nada kesedihan di dalamnya.
Apple muda melihat deretan angka dan simbol berubah cepat di
layar, seolah sistem sedang menganalisis sesuatu. Namun, tiba-tiba layar
memancarkan cahaya merah.
"Kode telah diubah... Arman dan Leon pasti sudah tahu
aku akan berada di sini," gumam Apple 2050 sambil mengepalkan tangan.
Apple muda menatapnya dengan bingung. "Lalu bagaimana
kita masuk?"
Apple 2050 menghela napas dalam-dalam, lalu mengangkat
tangannya lagi. Ia menutup matanya, jemarinya menari cepat di udara, menyusun
ulang kode digital yang hanya bisa dimengerti oleh sistem. "Jika mereka
mengubah kodenya, maka aku akan meretas ulang sistem ini. Aku tahu celahnya,
karena aku sendiri yang membangunnya."
Tak lama kemudian, layar kembali berwarna biru dan terdengar
suara lembut dari sistem AI, "Selamat datang kembali, Apple."
Pintu baja itu bergeser perlahan ke samping, memperlihatkan ruang
dalam yang nyaman dan sangat futuristik. Dinding-dindingnya penuh dengan layar
holografik yang menampilkan kondisi Kota Zoukha dari berbagai sudut. Beberapa
robot berbentuk humanoid dan drone melayang di udara, mengatur sistem kota
dengan efisiensi luar biasa. Cahaya hijau dari panel surya di atapnya
memantulkan cahaya lembut ke seluruh ruangan.
Apple muda terpana. "Ini luar biasa... semua yang kita
lihat, kota ini, energi terbarukan, sistem pengelolaan tata kota yang canggih
namun sangat humanis melayani manusia... semua ini adalah hasil kerja
kerasmu."
Apple 2050 hanya tersenyum tipis. "Ya, aku menciptakan
ini semua bersama Arman dan Leon. Kota yang sempurna, yang hijau, bersih,
cerdas. Tidak ada polusi, tidak ada krisis energi. Bahkan tak ada kriminalitas"
Namun, tatapan Apple 2050 berubah sendu. Ia melangkah
mendekati layar utama yang paling besar, lalu menyentuh permukaannya. Seketika,
layar menampilkan siaran langsung dari Kantor Wali Kota Zoukha. Terlihat Arman,
Leon, dan Wali Kota sedang berdiri di depan jendela besar yang menghadap ke
kota. Mereka tampak tegang, berbicara serius.
"Mereka sedang membahas bagaimana mensterilkan empat
titik anomali waktu. Mereka ingin mencegah semua orang mencapai titik-titik itu
dalam beberapa waktu ke depan. Aku sudah memperkirakan ini..." bisik Apple
2050.
Apple muda menatapnya dengan sorot mata penuh pertanyaan.
"Kalau mereka berhasil, berarti kita tidak akan pernah kembali ke masa
asal kita, bukan?"
Apple 2050 mengangguk. "Benar. Itu artinya Kota Zoukha
akan tetap seperti ini. Tidak akan ada pengembalian waktu. Aku, Arman, dan Leon
akan tetap berada di sini sebagai sosok yang membangun kota ini. Dan kamu…juga
akan tetap di sini."
Apple muda mengamati layar itu lebih lama. Perlahan,
perasaan hormat dan respek mulai tumbuh dalam dirinya. Ia kini benar-benar
memahami, bahwa Apple 2050 bukan sekadar dirinya di masa depan. Ia adalah
seseorang yang telah berkorban begitu banyak untuk menciptakan kota impiannya,
sebuah kota yang jauh lebih baik dari dunia yang pernah ia tinggali.
Namun, di balik keberhasilannya, Apple 2050 juga memahami
bahwa kehidupan bukan hanya tentang pencapaian. Ada hal yang lebih penting
daripada sekadar menciptakan dunia sempurna—yaitu menjalani kehidupan dengan
segala ketidaksempurnaannya, tumbuh, berjuang, dan menerima kenyataan.
Apple muda menatap Apple 2050 dengan penuh perasaan.
"Aku mengerti sekarang... Kau sudah mencapai semua impian kita. Tapi kau
juga tahu bahwa hidup harus terus berjalan. Kau siap untuk kembali,
bukan?"
Apple 2050 tersenyum. Kali ini, senyuman yang lebih tulus.
"Ya. Aku siap."
_______________________
Apple 2050 dan Apple muda tetap berada di Control Building, pusat dari semua
anomali waktu di Kota Zoukha. Di dalam ruangan ini, layar-layar besar
menampilkan kondisi di ketiga titik anomali lainnya—Pasar Sungai Emas, Menara
Jam Zoukha, dan Reruntuhan Kota Lama. Dari sini, Apple 2050 harus mengendalikan
situasi agar tidak ada satu pun orang dari masa lalu yang mencapai titik-titik
tersebut.
"Kita harus memastikan bahwa lorong bawah tanah ini
tetap steril," ujar Apple 2050 sambil mengaktifkan mode pengamanan
tertinggi di Control Building. Sistem pengamanan otomatis mulai bekerja,
menutup akses ke dalam lorong dengan pintu baja elektromagnetik dan aktivasi
drone pemantau.
Apple muda menatap layar utama, melihat Bryan muda, orang
tuanya, serta Gio dan Fiskha yang kini semakin dekat dengan titik-titik
anomali. "Mereka hampir sampai," ucapnya.
Apple 2050 menghela napas. "Aku harus bekerja ekstra keras
untuk menjaga keseimbangan agar mereka dapat mencapai titik anomali sebelum
waktunya."
Ia mulai mengetik di panel kendali, mengalihkan beberapa
jalur akses yang memperlambat perjalanan mereka. Sementara itu, sistem energi
terbarukan Kota Zoukha bekerja maksimal, memastikan seluruh kontrol tetap
stabil. Teknologi yang ia danai bersama Arman dan Leon kini justru digunakan
untuk mengembalikan keseimbangan waktu.
Tiba-tiba, layar menampilkan sebuah peringatan. Arman dan
Leon telah bergerak menuju Control
Building. "Mereka datang," gumam Apple 2050 dengan ekspresi
tegang. "Mereka pasti menyadari bahwa aku telah mengubah kode akses."
Apple muda merasakan ketegangan di udara. "Kita harus
bertahan di sini sampai waktu yang tepat, bukan?"
Apple 2050 mengangguk. "Ya. Tidak boleh ada yang masuk
ke sini. Jika mereka berhasil mengakses Control Building, mereka bisa
menghentikan semuanya."
Waktu tersisa 1 jam 10 menit. Apple 2050 dan Apple muda
harus berjuang lebih keras untuk memastikan anomali waktu kembali ke kondisi
normal. Mereka hanya memiliki satu kesempatan untuk membuat segalanya kembali
seperti semula.
_______________
No comments:
Post a Comment