APPLE 2050
Pingkan Hamzens
Novel Penyuluhan untuk Pembangunan Kota
Misteri Perjalanan Waktu di Sebuah Kota
Bagian
26
Situasi
di Menara Jam Kota Zoukha
Di dalam Menara Jam Kota Zoukha, suasana semakin tegang. Gio
muda dan Fiskha muda berdiri berdekatan dengan versi diri mereka di tahun 2050
ini, menyadari betapa tipis batas antara keberhasilan dan kegagalan misi mereka.
Setiap langkah yang mereka ambil bergema di dalam ruang menara yang luas,
membuat mereka menahan napas agar tidak menarik perhatian.
Di luar, langkah kaki petugas terdengar semakin mendekat.
Cahaya senter berkedip-kedip di antara celah tangga spiral yang melingkari
menara. Fiskha 2050 memberi isyarat kepada yang lain untuk merapat ke dinding,
mencoba menghindari sorotan cahaya yang terus menyapu area.
"Kita tidak bisa keluar sekarang. Mereka ada di
mana-mana," bisik Gio muda dengan suara tercekat.
"Kalau mereka sampai ke sini, habislah kita,"
sahut Fiskha muda, matanya menatap cemas ke bawah.
Gio 2050 dengan cepat memeriksa perangkat kecil yang
diselipkannya di pergelangan tangan. "Waktu kita tinggal sedikit. Anomali
akan terjadi dalam hitungan menit. Kita harus bertahan!" katanya.
Langkah kaki para petugas semakin dekat. Fiskha 2050 menekan
tubuhnya ke dinding, mencoba mencari celah untuk bersembunyi lebih baik. Namun,
satu petugas tiba-tiba mengarahkan senternya tepat ke sudut tempat mereka
bersembunyi.
"Ada sesuatu di sana!" seru petugas itu.
Mereka semua membeku. Fiskha muda merasakan jantungnya
berdegup kencang. Gio muda siap bergerak, mencari cara untuk melarikan diri
jika diperlukan. Namun sebelum petugas bisa melangkah lebih jauh, tiba-tiba bumi
berguncang hebat.
Guncangan itu cukup kuat hingga membuat para petugas
kehilangan keseimbangan. Beberapa dari mereka berteriak saat harus berpegangan
pada pegangan tangga agar tidak terjatuh. Cahaya-cahaya senter bergoyang liar,
menciptakan bayangan yang berpendar di seluruh dinding menara.
"Gempa!" teriak seseorang di bawah.
Kesempatan itu dimanfaatkan oleh keempatnya. Gio 2050 segera
menarik Fiskha muda ke sudut lain yang lebih aman, sementara Fiskha 2050
menahan Gio muda agar tetap dalam posisi berlindung. Dari tempat persembunyian
mereka, mereka bisa melihat petugas bergegas menuruni tangga, memilih untuk
menyelamatkan diri dari kemungkinan bahaya lebih besar.
"Kita selamat... untuk saat ini," bisik Fiskha
muda, menghembuskan napas lega.
Gio 2050 menatap ke arah langit-langit menara yang kini
bergetar akibat gempa.
"Tapi kita harus
bersiap. Waktu kita hampir habis."
Keempatnya saling berpandangan.
Mereka tahu, tantangan berikutnya adalah bertahan hingga
detik terakhir sebelum anomali waktu aktif.
Dan mereka tidak boleh gagal.(Bersambung)
_____________________
No comments:
Post a Comment