Thursday, March 6, 2025

BAGIAN 26: SITUASI DI MENARA JAM KOTA ZOUKHA

 APPLE 2050

Pingkan Hamzens

Novel Penyuluhan untuk Pembangunan Kota 

Misteri Perjalanan Waktu di Sebuah Kota


Bagian 26

Situasi di Menara Jam Kota Zoukha

Di dalam Menara Jam Kota Zoukha, suasana semakin tegang. Gio muda dan Fiskha muda berdiri berdekatan dengan versi diri mereka di tahun 2050 ini, menyadari betapa tipis batas antara keberhasilan dan kegagalan misi mereka. Setiap langkah yang mereka ambil bergema di dalam ruang menara yang luas, membuat mereka menahan napas agar tidak menarik perhatian.

Di luar, langkah kaki petugas terdengar semakin mendekat. Cahaya senter berkedip-kedip di antara celah tangga spiral yang melingkari menara. Fiskha 2050 memberi isyarat kepada yang lain untuk merapat ke dinding, mencoba menghindari sorotan cahaya yang terus menyapu area.

"Kita tidak bisa keluar sekarang. Mereka ada di mana-mana," bisik Gio muda dengan suara tercekat.

"Kalau mereka sampai ke sini, habislah kita," sahut Fiskha muda, matanya menatap cemas ke bawah.

Gio 2050 dengan cepat memeriksa perangkat kecil yang diselipkannya di pergelangan tangan. "Waktu kita tinggal sedikit. Anomali akan terjadi dalam hitungan menit. Kita harus bertahan!" katanya.

Langkah kaki para petugas semakin dekat. Fiskha 2050 menekan tubuhnya ke dinding, mencoba mencari celah untuk bersembunyi lebih baik. Namun, satu petugas tiba-tiba mengarahkan senternya tepat ke sudut tempat mereka bersembunyi.

"Ada sesuatu di sana!" seru petugas itu.

Mereka semua membeku. Fiskha muda merasakan jantungnya berdegup kencang. Gio muda siap bergerak, mencari cara untuk melarikan diri jika diperlukan. Namun sebelum petugas bisa melangkah lebih jauh, tiba-tiba bumi berguncang hebat.

Guncangan itu cukup kuat hingga membuat para petugas kehilangan keseimbangan. Beberapa dari mereka berteriak saat harus berpegangan pada pegangan tangga agar tidak terjatuh. Cahaya-cahaya senter bergoyang liar, menciptakan bayangan yang berpendar di seluruh dinding menara.

"Gempa!" teriak seseorang di bawah.

Kesempatan itu dimanfaatkan oleh keempatnya. Gio 2050 segera menarik Fiskha muda ke sudut lain yang lebih aman, sementara Fiskha 2050 menahan Gio muda agar tetap dalam posisi berlindung. Dari tempat persembunyian mereka, mereka bisa melihat petugas bergegas menuruni tangga, memilih untuk menyelamatkan diri dari kemungkinan bahaya lebih besar.

"Kita selamat... untuk saat ini," bisik Fiskha muda, menghembuskan napas lega.

Gio 2050 menatap ke arah langit-langit menara yang kini bergetar akibat gempa.

 "Tapi kita harus bersiap. Waktu kita hampir habis."

Keempatnya saling berpandangan.

Mereka tahu, tantangan berikutnya adalah bertahan hingga detik terakhir sebelum anomali waktu aktif.

Dan mereka tidak boleh gagal.(Bersambung)

_____________________


No comments:

Post a Comment