APPLE 2050
Pingkan Hamzens
Novel Penyuluhan untuk Pembangunan Kota
Misteri Perjalanan Waktu di Sebuah Kota
Bagian 15
Leon Sang Penguasa
Transportasi dan Energi
Di tengah kesibukan akivitas masyarakat di Kota Zoukha yang hijau,
indah, dan bersih, ada satu hal yang sering diabaikan oleh warganya: bagaimana kota ini bisa berfungsi begitu
sempurna?
Transportasi tanpa emisi.
Sistem daur ulang yang sempurna.
Energi yang selalu cukup tanpa merusak
lingkungan.
Di balik semua itu, berdiri seorang pria yang selama ini
memilih untuk tetap berada dalam bayang-bayang: Leon.
Dulu ia seorang pengacara yang tugasnya bertarung di ruang
sidang, menghadapi kasus-kasus korupsi yang menggerogoti sistem. Tapi sistem terlalu kotor.
Semakin ia menggali, semakin dalam lumpur yang menelannya. Ia melihat hukum
tidak lebih dari alat bagi mereka yang berkuasa.
Lalu, ketika tiba di sini, Apple menemukannya.
Leon pun
bertransformasi dari seorang Pengacara ke Arsitek Transportasi Masa Depan.
Apple versi 2050 datang kepadanya dengan sebuah tawaran yang
terlalu besar untuk diabaikan:
"Tinggalkan dunia hukum. Kita ubah dunia, bukan dari
ruang sidang, tapi dari sistemnya. Kita buat keseharian masyarakat menjadi
dunia yang diimpikan semua orang."
Apple tahu, Leon
bukan hanya seorang pengacara. Ia memiliki visi tentang bagaimana sebuah
kota seharusnya berfungsi dengan baik. Ia tahu bagaimana sistem harus berjalan,
bukan hanya dari sisi hukum, tapi dari teknologi
dan keberlanjutan kehidupan.
Dengan dukungan penuh dari Apple dan Arman, dan dengan
kecerdasannya dalam manajemen sistem, Leon mendirikan Zoukha Mobility,
perusahaan transportasi berbasis energi terbarukan pertama di dunia yang tidak
hanya menggunakan tenaga surya, tetapi juga energi dari sampah.Maka kota ini selalu bersih.
Mereka bertiga telah membangun sesuatu yang lebih besar dari
yang bisa dibayangkan siapa pun.
- Arman
membangun pabrik panel surya dan pabrik baterai terbesar, yang memberikan
energi yang berlimpah ke seluruh kota.Bahkan menjualnya ke wilayah-wilayah
yang membutuhkan.
- Leon
membangun energi untuk transportasi. Dia mengubah sampah menjadi bahan
bakar, membuat Zoukha menjadi kota dengan sistem daur ulang sempurna.Menghadirkan
transportasi yang sepenuhnya dari energi terbarukan.
- Apple
versi 2050 menjadi arsitek utama yang merancang sistem dalam kota
menjadi satu kesatuan yang indah, fungsional, dan sempurna. Apple adalah
pemimpin orkestra yang benar-benar harmoni.Pemerintah Kota Zoukha hanya
perlu menyelenggarakan pelayanan publik dengan sempurna. Semua sistem
telah berlangsung dengan baik.
Dan sekarang, semua
itu bisa hilang dalam sekejap.
Pergulatan
Batin Leon makin sempurna.
Leon berdiri di dalam ruangan kaca di puncak green building yang artistik Zoukha Mobility
Tower, ia melihat ke bawah ke jalan-jalan dengan
kendaraan listrik yang melaju tanpa suara. Tidak ada kemacetan, tidak ada polusi,
tidak ada sampah berserakan.
Kekayaannya sungguh berlimpah, istri yang cantik dengan anak
tunggal yang cerdas dan siap mewarisi bisnisnya. Leon adalah salah seorang
pengusaha terbaik dan terkaya di negeri ini. Berada di urutan para pembayar
pajak terbesar.
Namun semuanya bisa lenyap jika
waktu dapat dinormalkan.
Ia mengepalkan tangannya. Dulu ia ingin menyerah,tetapi Apple memberinya kesempatan untuk membangun
sesuatu yang nyata.
"Apakah aku akan kembali menjadi seorang pengacara?
Bertarung di pengadilan dengan hukum yang tidak akan pernah benar-benar
adil?"
Ia mengingat semua kasus yang pernah ia tangani. Korupsi, pencucian uang, eksploitasi
lingkungan. Semua itu menggerogoti pikirannya selama bertahun-tahun. Dia
hampir selalu gagal di ruang sidang. Walau tak semuanya gagal.
Tapi di kini di Kota Zoukha 2050, ia tidak perlu lagi
berhadapan dengan para koruptor. Sistem yang ada tidak dapat disusupi, tidak bisa dimanipulasi.
Di sini, ia tidak harus bertarung di pengadilan. Ia hanya
perlu mengubah dunia dengan tindakan
nyata.
Dan sekarang, seseorang yang memberinya tanggung jawab,
ingin mengambil semua itu darinya. Apple!
Keputusan
Leon: Kota Zoukha Harus Tetap Ada
Pintu ruangannya terbuka.
Arman masuk dengan wajah tegang.
"Apple dan juga lainnya semakin dekat ke titik
anomali," kata Arman dengan suara rendah. "Jika mereka sampai ke
sana, semuanya berakhir. Apple sudah bersama Apple muda. Energi mereka berdua
ditambah dengan satu saja pasangan masa kini dan masa lalu berada di salah satu
titik anomali, itu sudah cukup untuk membawa semua pulang. "
Leon menghela napas panjang. "Aku tahu."
Arman menatapnya tajam. "Apa kau benar-benar ingin
kembali ke masa lalu?"
Leon diam sejenak, lalu menatap keluar jendela lagi.
"Jika waktu kembali seperti semula, aku akan kembali
menjadi pengacara yang terjebak dalam sistem yang sama," katanya pelan.
"Aku akan kembali duduk di ruang sidang, berhadapan dengan orang-orang
yang hanya peduli pada kekuasaan dan uang. Aku akan kembali bertarung dengan
lelah tanpa kepastian kemenangan."
Arman menunggu.
Leon menghela napas dan membalikkan badan. Mata tajamnya kini penuh tekad.
"Tidak," katanya akhirnya. "Aku tidak akan
membiarkan itu terjadi. Kota Zoukha harus tetap ada. Kota ini sungguh sangat
membahagiakan semuanya yang di sini."
Arman tersenyum tipis. "Aku tahu kau akan mengatakan
itu."
Leon mengambil napas dalam-dalam. "Lalu apa
rencanamu?"
Arman mengangkat peta digital yang menunjukkan empat titik anomali di Kota Zoukha.
"Kita harus pastikan mereka tidak sampai ke tempat-tempat ini. Waktu
mereka kurang dari 24 jam. Berarti ini waktu kita juga. Sangat sedikit."
Leon mengangguk.
Ia siap mempertahankan kota ini.
"Apple, sahabat kita, kini adalah lawan kita,"
kata Arman. "Kau yakin siap menghadapinya?"
Leon tersenyum tipis.
"Apple memang yang merancang kota ini, tapi dia lupa...
tanpa kita berdua, kota ini tidak akan
seperti ini."
Arman dan Leon saling berpandangan.
Untuk pertama kalinya, mereka benar-benar sepakat—Kota
Zoukha 2050 tidak boleh hilang. Mereka tetap harus melanjutkan peradaban yang
sangat harmoni ini.
Sementara di luar sana, dua Apple berjalan bergegas berusaha mencapai titik anomali di mana Control Building berada, untuk
memastikan waktu kembali ke jalurnya.
Tapi kini mereka menghadapi dua pria, yang menjadi sosok yang paling berbahaya bagi misi mereka.(Bersambung)
_______________
No comments:
Post a Comment