APPLE 2050
Pingkan Hamzens
Novel Penyuluhan untuk Pembangunan Kota
Misteri Perjalanan Waktu di Sebuah Kota
Bagian 7
PETUALANGAN BERSAMA
Senja mulai turun di Kota Zoukha. Cahaya matahari keemasan
perlahan meredup, digantikan oleh kilauan lampu-lampu bertenaga surya yang
mulai menyala di sepanjang tepian Sungai Emas. Bangunan-bangunan klasik lokal
yang futuristik dengan desain ekologis memantulkan cahaya lembut, menciptakan
suasana magis yang menyatu dengan aliran air sungai yang berkilauan.
Mama dan Papa Apple akhirnya mengambil keputusan untuk ikut
bersama Bryan, Gio, dan Fiskha dalam petualangan mencari Apple. Mereka tidak
bisa hanya berdiam diri sementara putri mereka hilang di dunia yang asing ini.
Berbekal tekad dan rasa ingin tahu yang kuat, mereka mulai menyusuri tepian
Sungai Emas, menuju hulu sungai yang masih menyimpan banyak misteri.
Saat mereka melangkah, mereka mulai merasakan keanehan di
sepanjang perjalanan. Orang-orang yang mereka temui menatap mereka dengan
pandangan yang aneh—seolah mengenali mereka, namun ragu untuk berbicara.
Beberapa hanya tersenyum samar dan melanjutkan langkahnya, sementara yang lain
berbisik pelan, menyebut nama Apple dalam gumaman yang nyaris tak terdengar.
Di tengah perjalanan, mereka bertemu dengan Arman. Wajahnya
penuh dengan pengalaman dan sorot matanya menyimpan cerita yang belum
terungkap. Arman mengenali Mama dan Papa Apple, juga seperti familiar dengan
Bryan, Gio, dan Fiskha. Ia mengingat pertemuan sebelumnya dengan Apple dan
kedua orang tuanya ini di restoran terapung. Restoran bernuansa klasik lokal
yang terletak di tengah taman tropis yang ditata dengan aneka bunga yang indah,
restoran yang megah, dan berdiri berdiri kokoh di tengah Sungai Emas.
"Kalian harus berhati-hati," ujar Arman dengan
nada serius. "Ada sesuatu yang lebih besar dari sekadar perjalanan waktu.
Kalian berada di titik temu antara takdir dan pilihan."
Mereka mendengarkan dengan penuh perhatian, menyadari bahwa
petualangan ini lebih dari sekadar mencari Apple. Ada sesuatu yang lebih besar
sedang terjadi, sesuatu yang belum mereka pahami sepenuhnya.
Saat mereka melanjutkan perjalanan, udara terasa semakin
dingin, meskipun malam belum sepenuhnya tiba. Tiba-tiba, dari bayangan bangunan
tinggi di sisi sungai, muncul seorang pria berkemeja hitam panjang hampir
menyerupai jubah. Wajahnya tersembunyi di balik kain tebal, namun suaranya
terdengar jelas dan penuh kewibawaan.
"Waktu kalian di sini sangat terbatas," katanya
tanpa basa-basi. "Kalian mencari Apple, tetapi kalian juga sedang dicari.
Jangan abaikan tanda-tanda di sepanjang jalan. Temukan jawaban sebelum semuanya
terlambat. Ambil pilihan untuk tetap di sini"
Sebelum mereka sempat bertanya lebih jauh, pria itu
melangkah mundur dan menghilang bersama bayangan senja. Bryan dan yang lainnya
saling berpandangan, merasakan ketegangan yang semakin kuat.
Malam mulai turun, dan lampu-lampu kota bersinar lebih terang,
menciptakan pemandangan menakjubkan seakan menyatu dengan langit berbintang.
Namun, di balik keindahan ini, petualangan mereka baru saja dimulai. Apa yang
sebenarnya sedang terjadi di Kota Zoukha? Dan bagaimana nasib Apple di tengah
misteri ini?
Mereka melanjutkan perjalanan, dengan pertanyaan-pertanyaan
yang semakin menumpuk dalam benak mereka, mereka menuju Pusat Arsip Kota Zoukha
yang diyakini akan memberi petunjuk lebih lanjut.
_____________
No comments:
Post a Comment