Sunday, March 2, 2025

BAGIAN 7: PETUALANGAN BERSAMA

APPLE 2050

Pingkan Hamzens

Novel Penyuluhan untuk Pembangunan Kota 

Misteri Perjalanan Waktu di Sebuah Kota


 

Bagian 7

PETUALANGAN BERSAMA

Senja mulai turun di Kota Zoukha. Cahaya matahari keemasan perlahan meredup, digantikan oleh kilauan lampu-lampu bertenaga surya yang mulai menyala di sepanjang tepian Sungai Emas. Bangunan-bangunan klasik lokal yang futuristik dengan desain ekologis memantulkan cahaya lembut, menciptakan suasana magis yang menyatu dengan aliran air sungai yang berkilauan.

Mama dan Papa Apple akhirnya mengambil keputusan untuk ikut bersama Bryan, Gio, dan Fiskha dalam petualangan mencari Apple. Mereka tidak bisa hanya berdiam diri sementara putri mereka hilang di dunia yang asing ini. Berbekal tekad dan rasa ingin tahu yang kuat, mereka mulai menyusuri tepian Sungai Emas, menuju hulu sungai yang masih menyimpan banyak misteri.

Saat mereka melangkah, mereka mulai merasakan keanehan di sepanjang perjalanan. Orang-orang yang mereka temui menatap mereka dengan pandangan yang aneh—seolah mengenali mereka, namun ragu untuk berbicara. Beberapa hanya tersenyum samar dan melanjutkan langkahnya, sementara yang lain berbisik pelan, menyebut nama Apple dalam gumaman yang nyaris tak terdengar.

Di tengah perjalanan, mereka bertemu dengan Arman. Wajahnya penuh dengan pengalaman dan sorot matanya menyimpan cerita yang belum terungkap. Arman mengenali Mama dan Papa Apple, juga seperti familiar dengan Bryan, Gio, dan Fiskha. Ia mengingat pertemuan sebelumnya dengan Apple dan kedua orang tuanya ini di restoran terapung. Restoran bernuansa klasik lokal yang terletak di tengah taman tropis yang ditata dengan aneka bunga yang indah, restoran yang megah, dan berdiri berdiri kokoh di tengah Sungai Emas.

"Kalian harus berhati-hati," ujar Arman dengan nada serius. "Ada sesuatu yang lebih besar dari sekadar perjalanan waktu. Kalian berada di titik temu antara takdir dan pilihan."

Mereka mendengarkan dengan penuh perhatian, menyadari bahwa petualangan ini lebih dari sekadar mencari Apple. Ada sesuatu yang lebih besar sedang terjadi, sesuatu yang belum mereka pahami sepenuhnya.

Saat mereka melanjutkan perjalanan, udara terasa semakin dingin, meskipun malam belum sepenuhnya tiba. Tiba-tiba, dari bayangan bangunan tinggi di sisi sungai, muncul seorang pria berkemeja hitam panjang hampir menyerupai jubah. Wajahnya tersembunyi di balik kain tebal, namun suaranya terdengar jelas dan penuh kewibawaan.

"Waktu kalian di sini sangat terbatas," katanya tanpa basa-basi. "Kalian mencari Apple, tetapi kalian juga sedang dicari. Jangan abaikan tanda-tanda di sepanjang jalan. Temukan jawaban sebelum semuanya terlambat. Ambil pilihan untuk tetap di sini"

Sebelum mereka sempat bertanya lebih jauh, pria itu melangkah mundur dan menghilang bersama bayangan senja. Bryan dan yang lainnya saling berpandangan, merasakan ketegangan yang semakin kuat.

Malam mulai turun, dan lampu-lampu kota bersinar lebih terang, menciptakan pemandangan menakjubkan seakan menyatu dengan langit berbintang. Namun, di balik keindahan ini, petualangan mereka baru saja dimulai. Apa yang sebenarnya sedang terjadi di Kota Zoukha? Dan bagaimana nasib Apple di tengah misteri ini?

Mereka melanjutkan perjalanan, dengan pertanyaan-pertanyaan yang semakin menumpuk dalam benak mereka, mereka menuju Pusat Arsip Kota Zoukha yang diyakini akan memberi petunjuk lebih lanjut.

_____________

 

No comments:

Post a Comment