Sekilas tentang Geopark City
Bencana alam dahsyat di Kota Palu pada tanggal 28 September 2018 adalah titik balik untuk menghadirkan masa depan yang lebih terencana bagi Warga Kota Palu khususnya, dan masyarakat Sulawesi Tengah umumnya. 28 September 2018 adalah titik balik untuk menghadirkan masa depan di saat ini melalui perencanaan kota yang memperlihatkan kecerdasan pemerintah kota dan seluruh warga dalam menata kota, mengelola ekosistem, menjadikan kota aman dan tangguh serta layak huni sepanjang masa. Untuk itu Kota Palu membutuhkan Konsep Perencanaan Kota yang spesifik yang dapat memenuhi kriteria yang diharapkan. Konsep itu adalah Geopark City, WPS Hamzens, 2022.
Apa Geopark City itu?. Geopark City disebut juga Kota Taman Bumi. RPJPD Kota Palu 2025-2045 menjelaskan tentang hal ini di mana Kota Palu harus menjadi kota ekologis yang ditata dengan konsep Kota Taman Bumi atau Geopark City yang aman, nyaman dan produktif yaitu: (1) Sebagai kota wisata dunia lima dimensi (teluk, sungai, lembah, bukit, dan pegunungan) yang ekologis ditata dan dirawat secara partisipatif dan kolaboratif, didukung kelompok sadar wisata dan masyarakat sadar wisata, dan berhasil menjalankan Sapta Pesona dan ekonomi kreatif; (2) Kota yang dikembangkan dengan mempertimbangkan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup, dengan masyarakat yang memiliki kemampuan menjaga, merawat lingkungan; (3) Kota yang dikelola dengan mempertimbangkan kerawanan bencana akibat keberadaan Sesar Palu-Koro sehingga menerapkan konservasi pada kawasan-kawasan rawan bencana alam (gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi serta kerawanan bencana alam lainnya); (4) Kota yang melakukan edukasi geowisata pada masyarakat, mengajak masyarakat mengelola pariwisata berbasis kelestarian lingkungan hidup dan mitigasi bencana; (5) Kota yang melakukan pengembangan ekonomi lokal dengan menerapkan ekonomi hijau, ekonomi biru dan bio ekonomi; (6) Kota yang melakukan penataan dan pengembangan ruang-ruang terbuka hijau publik dan privat; (7) Kota yang memiliki layanan air besih, dengan air yang dapat diminum, utamanya di taman-taman kota; (8) Kota yang memiliki pengelolaan dan pengolahan sampah berkelanjutan; (9) Kota yang mengembangkan dan menggunakan energi terbarukan; (10) Kota yang memiliki transportasi publik ramah lingkungan; dan (11) Kota yang berperan dalam pengurangan dampak climate change dan emisi GRK (Gas Rumah Kaca).
Transmigrasi Super dan Geopark City
Transmigrasi Super dapat menjadi strategi inovatif dalam pengembangan Geopark City yang berfokus pada konservasi, edukasi, dan ekonomi lokal. Dengan menghadirkan individu atau komunitas berkapasitas unggul dalam berbagai bidang, konsep ini dapat mempercepat pembangunan berkelanjutan dan meningkatkan daya saing destinasi pariwisata berbasis geopark. Berikut ini disampaikan langkah-langkah penerapan Transmigrasi Super pada pengembangan suatu Geopark City.
1. Menyesuaikan Kualifikasi Sumber Daya Migran dengan Kebutuhan suatu Geopark City
Transmigrasi Super harus menghadirkan individu dengan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan Geopark City, seperti:
✅ Ahli Konservasi dan Lingkungan, untuk menjaga keseimbangan ekologi dan melestarikan geosite.
✅ Pakar Geowisata dan Pariwisata Berkelanjutan, untuk merancang atraksi wisata berbasis geologi dan budaya lokal.
✅ Wirausaha Sosial dan Ekonomi Kreatif, untuk mengembangkan UMKM berbasis sumber daya alam dan budaya lokal.
✅ Edukator dan Ilmuwan, untuk meningkatkan kapasitas masyarakat lokal dalam pendidikan dan penelitian geologi.
✅ Teknologi Hijau dan Smart Tourism, untuk mengoptimalkan digitalisasi dalam pengelolaan dan promosi geopark.
2. Model Integrasi Masyarakat Lokal dan Migran dalam Tata Kelola Geopark City
✅ Kolaborasi dalam Manajemen Geopark
- Masyarakat lokal menjadi aktor utama dalam pengelolaan Geopark City, sementara sumber daya migran unggul bertindak sebagai fasilitator, inovator, dan mentor.
- Dibentuk Geopark Collaborative Board yang terdiri dari perwakilan masyarakat lokal, migran unggul, akademisi, dan pemerintah daerah.
✅ Pemberdayaan Ekonomi Lokal Berbasis Geowisata
- Pengembangan ekowisata berbasis partisipasi masyarakat dan model community-based tourism.
- Penguatan ekonomi kreatif dengan menghadirkan kawasan wisata tematik, seperti kuliner berbasis pangan lokal, kerajinan khas, hingga ekoturisme.
- Penerapan model Circular Economy yang memastikan manfaat ekonomi tetap berada di komunitas setempat.
✅ Pendidikan dan Transfer Ilmu Berkelanjutan
- Membangun Geopark Academy, tempat pelatihan dan riset bagi masyarakat lokal dan wisatawan.
- Mengadakan program magang dan pertukaran ilmu antara ahli migran dan warga lokal.
- Menerapkan sistem Teach & Train, di mana sumber daya unggul berbagi keahlian mereka untuk mempercepat inovasi dalam tata kelola geopark.
3. Pembangunan Infrastruktur Berbasis Green Building dan Smart Tourism
✅ Penerapan Arsitektur Tropis dan Ramah Lingkungan
- Mengembangkan eco-lodge, homestay berbasis kearifan lokal dengan material ramah lingkungan.
- Membangun pusat informasi geowisata berbasis digital dengan teknologi AR/VR untuk memperkenalkan geosite.
- Mengoptimalkan sistem transportasi hijau dengan kendaraan listrik atau sepeda wisata.
✅ Pemanfaatan Teknologi Digital untuk Pengelolaan Geopark
- Penggunaan big data & AI dalam pemantauan konservasi kawasan geopark.
- Digitalisasi layanan wisata melalui aplikasi Geopark Smart Tourism, termasuk e-ticketing, peta interaktif, dan rekomendasi rute wisata ramah lingkungan.
- Implementasi teknologi blockchain untuk sistem pembayaran berbasis ekowisata yang adil dan transparan.
4. Regulasi dan Kebijakan yang Mendukung Keberlanjutan Transmigrasi Super di Geopark City
✅ Regulasi ketat terhadap aktivitas ekonomi, bahwa semua aktivitas tidak boleh merusak keseimbangan ekologis.
✅ Kebijakan sertifikasi ekowisata, wisatawan dan pelaku usaha harus memenuhi standar keberlanjutan dan konservasi.
✅ Program kepemilikan usaha berbasis inklusi, masyarakat lokal memiliki kendali ekonomi, dan migran unggul berperan sebagai mentor atau mitra bisnis.
Penutup
Konsep Transmigrasi Super dapat menjadi game changer dalam pengembangan Geopark City, dengan memastikan sinergi antara masyarakat lokal dan migran unggul. Kunci utama keberhasilannya adalah tata kelola partisipatif, transfer ilmu yang efektif, serta keberlanjutan lingkungan dan ekonomi. Dengan strategi yang tepat, Geopark City tidak hanya menjadi destinasi geowisata unggulan, tetapi juga menjadikan kota sebagai pusat inovasi dan kesejahteraan bagi semua pihak.
Referensi
Palu Geopark City. Workshop IAP Sulteng. Oktober 2021.
WPS Hamzens. 2022. Mengenal Geo Koro Segi Tiga Sejarah Kebencanaan Kota Palu. Universitas Tadulako dan IAP Sulteng.
Perda Kota Palu Nomor 13 Tahun 2022 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Palu.
Perda Kota Palu Nomor 6 Tahun 2024 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Kota Palu 2025-2045.
No comments:
Post a Comment