Wednesday, March 26, 2025

PENERAPAN TRANSMIGRASI SUPER PADA PARIWISATA GEOPARK CITY

 


Wildani Pingkan Suripurna Hamzens 
Universitas Tadulako Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia-Ikatan Ahli Perencanaan Wilayah dan Kota Provinsi Sulawesi Tengah; Master Plan Education Indonesia. Email: hamzenspingkan@gmail.com
_________________________

Sekilas tentang Geopark City

Bencana alam dahsyat di Kota Palu pada tanggal 28 September 2018 adalah titik balik untuk menghadirkan masa depan yang lebih terencana bagi Warga Kota Palu khususnya, dan masyarakat Sulawesi Tengah umumnya. 28 September 2018 adalah titik balik untuk menghadirkan masa depan di saat ini melalui perencanaan kota yang memperlihatkan kecerdasan pemerintah kota dan seluruh warga dalam menata kota, mengelola ekosistem, menjadikan kota aman dan tangguh serta layak huni sepanjang masa. Untuk itu Kota Palu membutuhkan Konsep Perencanaan Kota yang spesifik yang dapat memenuhi kriteria yang diharapkan. Konsep itu adalah Geopark City, WPS Hamzens, 2022.

Apa Geopark City itu?. Geopark City disebut juga Kota Taman Bumi. RPJPD Kota Palu 2025-2045 menjelaskan tentang hal ini di mana Kota Palu  harus menjadi kota ekologis yang ditata dengan konsep Kota Taman Bumi atau Geopark City yang aman, nyaman dan produktif yaitu: (1)   Sebagai kota wisata dunia lima dimensi (teluk, sungai, lembah, bukit, dan pegunungan) yang ekologis ditata dan dirawat secara partisipatif dan kolaboratif, didukung kelompok sadar wisata dan masyarakat sadar wisata, dan berhasil menjalankan Sapta Pesona dan ekonomi kreatif; (2) Kota yang dikembangkan dengan mempertimbangkan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup, dengan masyarakat yang memiliki kemampuan menjaga, merawat lingkungan; (3)  Kota yang dikelola dengan mempertimbangkan kerawanan bencana akibat keberadaan Sesar Palu-Koro sehingga menerapkan konservasi pada kawasan-kawasan rawan bencana alam (gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi serta kerawanan bencana alam lainnya); (4) Kota yang melakukan edukasi geowisata pada masyarakat, mengajak masyarakat mengelola pariwisata berbasis kelestarian lingkungan hidup dan mitigasi bencana; (5) Kota yang melakukan pengembangan ekonomi lokal dengan menerapkan ekonomi hijau, ekonomi biru dan bio ekonomi; (6) Kota yang melakukan penataan dan pengembangan ruang-ruang terbuka hijau publik dan privat; (7) Kota yang memiliki layanan air besih, dengan air yang dapat diminum, utamanya di taman-taman kota; (8) Kota yang memiliki pengelolaan dan pengolahan sampah berkelanjutan; (9) Kota yang mengembangkan dan menggunakan energi terbarukan; (10) Kota yang memiliki transportasi publik ramah lingkungan; dan (11) Kota yang berperan dalam pengurangan dampak climate change dan emisi GRK (Gas Rumah Kaca).

Geopark City bertujuan melakukan penyelenggaraan pembangunan kepariwisataan secara partisipatif dan Inklusif , ekologis, berbasis pengetahuan kebencanaan; Penerapan mitigasi bencana di semua destinasi wisata; Peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pariwisaya. Misalnya untuk pengembangan Geopark City di Kota Palu, terdapat 10 indikator Geopark City, yaitu: (1) Perencanaan dan Manajemen, melakukan perencanaan dan manajemen pariwisata: tersedia perencanaan jangka panjang pembangunan kepariwisataan kota atau Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota yang berkelanjutan; OPD pengampu kepariwisataan memiliki Rencana Strategis yang sinergi dengan RPJPD, Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota, dan RPJMD yang berjalan; Tersedia manajemen pengelolaan penyelenggaraan kepariwisataan secara umum dan manajemen pengelolaan tiap destinasi wisata; (2) Tata Ruang, memiliki dan menyelenggarakan tata ruang kepariwisataan berkelanjutan berbasis dimensi bentang alam Kota Palu: Perencanaan, desain, dan penataan kawasan destinasi wisata yang ekologis dan tanggap bencana; (3) Konservasi, menyelenggarakan konservasi kawasan pariwisata rawan bencana: Konservasi Kawasan Sempadan Sesar Palu Koro; Konservasi Kawasan Segi Tiga Sejarah Kebencanaan Kota Palu (Segi Tiga Geo Koro), yaitu area eks tsunami di Teluk Palu, area eks likuefaksi di Petobo dan Balaroa; Konservasi kawasan-kawasan lainnya yang rawan bencana dengan penataan yang aman, nyaman, estetis, sehingga menjadi bagian dari pembangunan kepariwisataan; (4) Edukasi, melakukan Pendidikan kebencanaan dan kepariwisataan berbasis masyarakat dan sekolah; (5) Ekonomi Lokal, menyelenggarakan pengembangan ekonomi kreatif dan UMKM untuk menunjang pariwisata berkelanjutan; (6) Kolaboratif, Partisipasi dan Inklusif, mengembangkan kolaborasi serta partisipasi berbagai pihak dalam pembangunan secara umum dan secara khusus pembangunan kepariwisataan; (7) Infrastruktur, kuantitas dan kualitas infrastruktur di kawasan destinasi wisata; (8) Fasilitas, kelengkapan fasilitas wisata di kawasan destinasi wisata; (9) Dukungan Pemerintah Daerah, regulasi daerah yang mendukung penyelenggaraan pembangunan kepariwisataan yang ekologis dan berkelanjutan; dan (10) Komunitas, partisipasi kelompok sadar wisata, gerakan masyarakat sadar wisata, peran warga kota dalam penataan kota dan inovasi dalam berbagai aktivitas warga yang memperlihatkan kecintaan terhadap Kota Palu.

Transmigrasi Super dan Geopark City

Transmigrasi Super dapat menjadi strategi inovatif dalam pengembangan  Geopark City yang berfokus pada konservasi, edukasi, dan ekonomi lokal. Dengan menghadirkan individu atau komunitas berkapasitas unggul dalam berbagai bidang, konsep ini dapat mempercepat pembangunan berkelanjutan dan meningkatkan daya saing destinasi pariwisata berbasis geopark. Berikut ini disampaikan langkah-langkah penerapan Transmigrasi Super pada pengembangan suatu Geopark City.

1. Menyesuaikan Kualifikasi Sumber Daya Migran dengan Kebutuhan suatu  Geopark City

Transmigrasi Super harus menghadirkan individu dengan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan Geopark City, seperti:
Ahli Konservasi dan Lingkungan, untuk menjaga keseimbangan ekologi dan melestarikan geosite.
Pakar Geowisata dan Pariwisata Berkelanjutan, untuk merancang atraksi wisata berbasis geologi dan budaya lokal.
Wirausaha Sosial dan Ekonomi Kreatif, untuk mengembangkan UMKM berbasis sumber daya alam dan budaya lokal.
Edukator dan Ilmuwan, untuk meningkatkan kapasitas masyarakat lokal dalam pendidikan dan penelitian geologi.
Teknologi Hijau dan Smart Tourism, untuk mengoptimalkan digitalisasi dalam pengelolaan dan promosi geopark.

2. Model Integrasi Masyarakat Lokal dan Migran dalam Tata Kelola Geopark City

✅ Kolaborasi dalam Manajemen Geopark

  • Masyarakat lokal menjadi aktor utama dalam pengelolaan Geopark City, sementara sumber daya migran unggul bertindak sebagai fasilitator, inovator, dan mentor.
  • Dibentuk Geopark Collaborative Board yang terdiri dari perwakilan masyarakat lokal, migran unggul, akademisi, dan pemerintah daerah.

✅ Pemberdayaan Ekonomi Lokal Berbasis Geowisata

  • Pengembangan ekowisata berbasis partisipasi masyarakat dan model community-based tourism.
  • Penguatan ekonomi kreatif dengan menghadirkan kawasan wisata tematik, seperti kuliner berbasis pangan lokal, kerajinan khas, hingga ekoturisme.
  • Penerapan model Circular Economy yang memastikan manfaat ekonomi tetap berada di komunitas setempat.

✅ Pendidikan dan Transfer Ilmu Berkelanjutan

  • Membangun Geopark Academy, tempat pelatihan dan riset bagi masyarakat lokal dan wisatawan.
  • Mengadakan program magang dan pertukaran ilmu antara ahli migran dan warga lokal.
  • Menerapkan sistem Teach & Train, di mana sumber daya unggul berbagi keahlian mereka untuk mempercepat inovasi dalam tata kelola geopark.

3. Pembangunan Infrastruktur Berbasis Green Building dan Smart Tourism

✅ Penerapan Arsitektur Tropis dan Ramah Lingkungan

  • Mengembangkan eco-lodge, homestay berbasis kearifan lokal dengan material ramah lingkungan.
  • Membangun pusat informasi geowisata berbasis digital dengan teknologi AR/VR untuk memperkenalkan geosite.
  • Mengoptimalkan sistem transportasi hijau dengan kendaraan listrik atau sepeda wisata.

✅ Pemanfaatan Teknologi Digital untuk Pengelolaan Geopark

  • Penggunaan big data & AI dalam pemantauan konservasi kawasan geopark.
  • Digitalisasi layanan wisata melalui aplikasi Geopark Smart Tourism, termasuk e-ticketing, peta interaktif, dan rekomendasi rute wisata ramah lingkungan.
  • Implementasi teknologi blockchain untuk sistem pembayaran berbasis ekowisata yang adil dan transparan.

4. Regulasi dan Kebijakan yang Mendukung Keberlanjutan Transmigrasi Super di Geopark City


✅  Kebijakan insentif bagi migran unggul melalui kemudahan perizinan,            subsidi proyek berbasis keberlanjutan, dan akses investasi hijau.

✅ Regulasi ketat terhadap aktivitas ekonomi, bahwa semua aktivitas tidak boleh merusak keseimbangan ekologis.

✅ Kebijakan sertifikasi ekowisata, wisatawan dan pelaku usaha harus memenuhi standar keberlanjutan dan konservasi.

✅ Program kepemilikan usaha berbasis inklusi, masyarakat lokal memiliki kendali ekonomi, dan migran unggul berperan sebagai mentor atau mitra bisnis.

Penutup

Konsep Transmigrasi Super dapat menjadi game changer dalam pengembangan Geopark City, dengan memastikan sinergi antara masyarakat lokal dan migran unggul. Kunci utama keberhasilannya adalah tata kelola partisipatif, transfer ilmu yang efektif, serta keberlanjutan lingkungan dan ekonomi. Dengan strategi yang tepat, Geopark City tidak hanya menjadi destinasi geowisata unggulan, tetapi juga menjadikan kota sebagai pusat inovasi dan kesejahteraan bagi semua pihak.

Referensi

Palu Geopark City. Workshop IAP Sulteng. Oktober 2021.

WPS Hamzens. 2022. Mengenal Geo Koro Segi Tiga Sejarah Kebencanaan Kota Palu. Universitas Tadulako dan IAP Sulteng.

Perda Kota Palu Nomor 13 Tahun 2022 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Palu.

Perda Kota Palu Nomor 6 Tahun 2024 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Kota Palu 2025-2045.

_______________


No comments:

Post a Comment