Thursday, March 6, 2025

BAGIAN 25: PINDAH TITIK ANOMALI WAKTU

 

APPLE 2050

Pingkan Hamzens

Novel Penyuluhan untuk Pembangunan Kota 

Misteri Perjalanan Waktu di Sebuah Kota


Bagian 25

Pindah ke Titik Anomali Lainnya

Pasar Sungai Emas semakin dipenuhi pasukan pengaman kota. Lampu-lampu pemindai menyapu setiap sudut, menyoroti jalan-jalan dan lorong-lorong sempit.

Bryan muda menatap dengan gelisah ke arah pusat titik anomali, tempat mereka seharusnya berada. Namun, keadaan di depan mereka terlalu berisiko. Jika mereka memaksa maju, semuanya bisa berakhir sebelum mereka sempat mencapai tujuan.

Bryan versi 2050 berdiri sedikit di belakang, mengamati dengan ekspresi tenang, seolah sudah mengantisipasi situasi ini. Kedua orang tua Apple, baik versi 2025 maupun 2050, tampak saling bertukar pandang dengan cemas.

“Kita tidak bisa ke sana,” bisik Bryan muda, mencoba mencari solusi.

“Tapi ini satu-satunya jalur!” sahut Bryan 2050, meski suaranya tetap tenang.

Bryan muda terdiam sejenak, lalu tiba-tiba sesuatu muncul di benaknya. Sebuah ingatan samar—tentang sesuatu yang pernah disebutkan Apple 2050 sebelumnya. Sebuah jalan lain.

“Aku tahu jalan lain,” gumamnya, lebih kepada dirinya sendiri. Tanpa menjelaskan lebih jauh, ia berbalik dan mulai bergerak cepat ke arah timur, menjauh dari pasar dan mendekati deretan bangunan tua yang tertutupi bayangan malam. Yang lain segera mengikuti, mempercayai naluri Bryan muda sepenuhnya.

Setelah beberapa menit, mereka sampai di depan sebuah tempat yang tampak seperti tempat sampah berbentuk kotak besar di sudut jalan. Bryan muda berlutut dan meraba-raba bagian bawahnya, mencari sesuatu.

“Apa yang kau lakukan?” tanya Mama Apple 2025 dengan nada bingung.

Bryan tidak menjawab. Tangannya menyentuh sebuah permukaan dingin dan datar, tidak seperti material logam biasa. Ia menarik napas dalam, lalu mendorong sedikit. Seketika, benda itu bergeser, memperlihatkan lapisan halogram berwarna biru yang berkedip-kedip.

Sebuah partisi halogram!

Bryan muda tersenyum tipis. Apple 2050 telah meninggalkan petunjuk ini untuknya.

Ia menggerakkan tangannya ke udara, mencari panel tersembunyi. Beberapa detik kemudian, layar holografik muncul, menampilkan kode-kode kompleks yang mengambang di udara. Dengan cepat, ia menginput kode yang ada di kepalanya—sebuah urutan angka dan simbol yang merupakan kode rahasia mereka.

Hening sejenak.

Lalu, terdengar suara mendesis pelan.

Halogram biru memudar, membuka sebuah lorong gelap di bawahnya. Sebuah tangga spiral mengarah ke bawah, menuju tempat yang belum pernah mereka kunjungi sebelumnya.

“Kita harus cepat,” ucap Bryan muda, melirik ke arah pasar. Dari kejauhan, pasukan pengaman mulai merayap lebih dekat.

Satu per satu, mereka turun ke dalam lorong, meninggalkan jalanan yang semakin dipenuhi patroli keamanan. Begitu semua telah masuk, Bryan menekan kembali panel holografik. Dalam sekejap, partisi halogram kembali aktif, menyembunyikan pintu masuk.

Lorong itu panjang dan gelap, hanya diterangi oleh lampu-lampu redup di sepanjang dinding. Dinding-dinding batu yang usang menunjukkan bahwa ini bukan lorong biasa, melainkan bagian dari sejarah lama Kota Zoukha yang terlupakan. Udara di dalamnya sejuk dan lembab, membawa aroma tanah yang bercampur dengan bau logam tua.

“Kemana kita sekarang?” tanya Papa Apple 2025 dengan suara pelan.

Bryan muda menyalakan perangkat pemindai kecil yang ia bawa. Sebuah peta holografik muncul di udara, menunjukkan jalur lorong bawah tanah ini.

“Reruntuhan Kota Lama,” jawabnya mantap. “Salah satu titik anomali waktu yang tersisa.”

Mereka semua terdiam sejenak, memahami bahwa ini adalah satu-satunya kesempatan mereka.

Tanpa berkata lagi, mereka melangkah lebih jauh dalam ke lorong, sementara di atas sana, Kota Zoukha mau tak mau harus bersiap menghadapi anomali waktu yang akan mengubah segalanya.(Bersambung)

_______________________


No comments:

Post a Comment