Thursday, March 6, 2025

BAGIAN 22: SERBUAN DI LORONG MITIGASI

 APPLE 2050

Pingkan Hamzens

Novel Penyuluhan untuk Pembangunan Kota 

Misteri Perjalanan Waktu di Sebuah Kota

Bagian 21

Serbuan di Lorong Mitigasi

Lorong mitigasi bawah tanah yang mengarah ke Control Building kini penuh dengan bayangan yang berlarian cepat. Puluhan petugas dengan seragam hitam berlari menyusuri lorong panjang yang seharusnya hanya digunakan dalam situasi bencana.

Suara langkah kaki mereka menggema di sepanjang dinding beton yang kokoh, bercampur dengan suara alarm yang terus berbunyi—tanda bahwa sistem keamanan telah diaktifkan.

Di dalam Control Building Apple dan Apple mengamati layar besar. Terlihat dengan jelas Leon memimpin di barisan terdepan, wajahnya dipenuhi tekad. Ia mengangkat tangannya, memberikan isyarat kepada tim  untuk terus maju.

“Mereka akan sampai dalam dua menit!” seru Apple muda dengan nada panik. Ia berdiri di samping Apple versi 2050, yang masih berdiri kokoh di depan panel kontrol utama.

Apple versi 2050 menghela napas dalam-dalam, kemudian tangannya mulai bergerak cepat di atas antarmuka hologram berwarna biru kehijauan. Enam partisi holografikbenteng pertahanan terakhir sebelum Control Building—harus segera diaktifkan.

"Dengar, kita harus memblokir mereka sebelum mencapai pintu utama! Kau harus membantuku, Apple," ujar Apple versi 2050, suaranya tegas namun tetap tenang.

Apple muda mengangguk cepat. "Apa yang harus kulakukan?"

Apple versi 2050 menggeser layar transparan di depan mereka, menampilkan titik-titik strategis di lorong mitigasi. Tiga partisi di kanan dan tiga di kiri dapat diaktifkan untuk menghalangi laju petugas.

"Sentuh panel itu dan aktifkan sistem hologram pada partisi satu, tiga, dan lima. Aku akan mengurus sisanya!"

Apple muda tidak membuang waktu. Ia menekan layar di depannya, mengikuti perintah dengan penuh konsentrasi. Di luar, di lorong, partisi-partisi mulai menyala.

VRRRT!

Dua dinding cahaya holografik muncul, memblokir lorong. Para petugas yang berlari di depan tiba-tiba berhenti mendadak, beberapa dari mereka hampir terjatuh karena terkejut.

"Partisi berhasil diaktifkan!" seru Apple muda dengan semangat.

Namun, tiba-tiba...

🔻 ERROR. SYSTEM FAILURE. 🔻

Apple muda terperanjat. Empat dari enam partisi gagal menyala.

"Tidak! Ada yang salah! Kenapa ini tidak aktif?"

Di layar, Leon menyadari celah itu. Dengan cepat, ia berteriak, "Terobos sekarang!"

Petugas langsung berpencar, dua kelompok besar melewati celah yang tidak tertutup.

Mereka semakin dekat ke pintu Control Building!

Apple muda menoleh panik ke arah Apple versi 2050. "Apa yang harus kita lakukan? Mereka terlalu cepat!"

Apple versi 2050 mengatupkan rahangnya. Dengan cepat, ia memodifikasi ulang kode akses di panel utama. Tangannya bergerak cepat, memanipulasi urutan program secara langsung di sistem pusat.

📟 OVERRIDE ACCESS. SYSTEM REBOOTING…

10 detik.

Apple muda melihat layar dan melihat Leon hanya berjarak 20 meter dari pintu Control Building.

8 detik.

Leon dan petugas lainnya kini berlari lebih cepat.

6 detik.

Apple muda menahan napas.

5… 4… 3…

VRRRT!

Dua partisi terakhir berhasil diaktifkan! Dinding holografik berwarna biru terang menyala di depan pintu Control Building, tepat di saat Leon hendak melewatinya.

BRAK!

Leon menabrak partisi hologram dengan keras, terhuyung ke belakang. Ia menggeram, matanya membara penuh amarah.

"Appleeeeee!!!" teriaknya keras.

Ia menatap tajam ke arah pintu Control Building yang kini tertutup rapat di belakang dua lapisan hologram terakhir.

"Kau tidak bisa begitu saja menghentikan kehidupan di sini!"

Dari dalam Control Building, Apple muda dan Apple versi 2050 menghela napas lega. Namun, mereka tahu ini belum berakhir.

Apple muda menatap Apple versi 2050 dengan mata berbinar. "Kita berhasil… setidaknya untuk sekarang."

Apple versi 2050 menatap layar besar, memantau tiga titik anomali lainnya yang masih harus dikendalikan. Ia kemudian berbalik ke arah Apple muda, tersenyum tipis.

"Perjuangan masih panjang." (Bersambung)

_______________

 

No comments:

Post a Comment