APPLE 2050
Pingkan Hamzens
Novel Penyuluhan untuk Pembangunan Kota
Misteri Perjalanan Waktu di Sebuah Kota
Bagian
21
Serbuan di Lorong Mitigasi
Lorong mitigasi
bawah tanah yang mengarah ke Control
Building kini penuh dengan bayangan yang berlarian cepat.
Puluhan petugas dengan seragam hitam berlari menyusuri lorong panjang yang seharusnya
hanya digunakan dalam situasi bencana.
Suara langkah kaki
mereka menggema di sepanjang dinding beton yang kokoh, bercampur dengan suara
alarm yang terus berbunyi—tanda bahwa sistem keamanan telah diaktifkan.
Di dalam Control
Building Apple dan Apple mengamati layar besar. Terlihat
dengan jelas Leon memimpin di barisan terdepan, wajahnya dipenuhi tekad. Ia
mengangkat tangannya, memberikan isyarat kepada tim untuk terus maju.
“Mereka akan sampai dalam dua menit!” seru Apple muda dengan nada
panik. Ia berdiri di samping Apple versi 2050, yang masih berdiri kokoh di
depan panel kontrol utama.
Apple versi 2050
menghela napas dalam-dalam, kemudian tangannya mulai bergerak cepat di atas antarmuka
hologram berwarna biru kehijauan. Enam
partisi holografik—benteng
pertahanan terakhir sebelum Control
Building—harus segera diaktifkan.
"Dengar, kita harus memblokir mereka
sebelum mencapai pintu utama! Kau harus membantuku, Apple," ujar Apple versi 2050,
suaranya tegas namun tetap tenang.
Apple muda
mengangguk cepat. "Apa yang harus kulakukan?"
Apple versi 2050
menggeser layar transparan di depan mereka, menampilkan titik-titik
strategis di lorong mitigasi. Tiga partisi di kanan dan tiga di kiri
dapat diaktifkan untuk menghalangi laju petugas.
"Sentuh panel itu dan aktifkan sistem
hologram pada partisi satu, tiga, dan lima. Aku akan mengurus sisanya!"
Apple muda tidak
membuang waktu. Ia menekan layar di depannya, mengikuti perintah dengan penuh
konsentrasi. Di luar, di lorong, partisi-partisi mulai menyala.
✨ VRRRT! ✨
Dua dinding cahaya
holografik muncul, memblokir lorong. Para petugas yang berlari di depan
tiba-tiba berhenti mendadak, beberapa dari mereka hampir terjatuh karena
terkejut.
"Partisi berhasil diaktifkan!" seru Apple muda dengan
semangat.
Namun, tiba-tiba...
🔻 ERROR. SYSTEM
FAILURE. 🔻
Apple muda
terperanjat. Empat dari enam partisi gagal menyala.
"Tidak! Ada yang salah! Kenapa ini tidak
aktif?"
Di layar, Leon menyadari celah itu. Dengan cepat, ia
berteriak, "Terobos sekarang!"
Petugas langsung
berpencar, dua kelompok besar melewati celah yang tidak
tertutup.
Mereka semakin dekat ke pintu Control Building!
Apple muda menoleh
panik ke arah Apple versi 2050. "Apa yang harus kita
lakukan? Mereka terlalu cepat!"
Apple versi 2050
mengatupkan rahangnya. Dengan cepat, ia memodifikasi ulang kode akses
di panel utama. Tangannya
bergerak cepat, memanipulasi urutan program secara langsung di sistem pusat.
📟 OVERRIDE ACCESS.
SYSTEM REBOOTING…
10 detik.
Apple muda melihat
layar dan melihat Leon hanya berjarak 20 meter dari pintu Control Building.
8 detik.
Leon dan petugas
lainnya kini berlari lebih cepat.
6 detik.
Apple muda menahan
napas.
5… 4… 3…
✨ VRRRT! ✨
Dua partisi
terakhir berhasil diaktifkan! Dinding
holografik berwarna biru terang menyala di depan pintu Control Building, tepat di saat Leon
hendak melewatinya.
BRAK!
Leon menabrak
partisi hologram dengan keras, terhuyung ke belakang. Ia menggeram, matanya
membara penuh amarah.
"Appleeeeee!!!" teriaknya keras.
Ia menatap tajam ke
arah pintu Control Building yang kini
tertutup rapat di belakang dua lapisan hologram terakhir.
"Kau tidak bisa begitu saja menghentikan
kehidupan di sini!"
Dari dalam Control Building,
Apple muda dan Apple versi 2050 menghela napas lega. Namun, mereka tahu ini
belum berakhir.
Apple muda menatap
Apple versi 2050 dengan mata berbinar. "Kita berhasil… setidaknya
untuk sekarang."
Apple versi 2050
menatap layar besar, memantau tiga titik anomali lainnya yang
masih harus dikendalikan.
Ia kemudian berbalik ke arah Apple muda, tersenyum tipis.
"Perjuangan masih panjang." (Bersambung)
_______________
No comments:
Post a Comment