APPLE 2050
Pingkan Hamzens
Novel Penyuluhan untuk Pembangunan Kota
Misteri Perjalanan Waktu di Sebuah Kota
Bagian
24
Sang
Pemimpin Kota
Malam itu, di ruang kerjanya yang luas dengan interior
klasik modern, Wali Kota Zoukha berdiri di depan jendela besar yang menghadap
ke pusat kota. Lampu-lampu di luar berkerlap-kerlip tak stabil, seakan
menandakan kegelisahan yang menyelimuti kota. Gempa kecil telah mengguncang
tiga kali malam ini, pertanda bahwa energi anomali waktu semakin menguat. Waktu
menunjukkan lima belas menit sebelum lonjakan besar terjadi.
Pikirannya dipenuhi dengan berbagai pertimbangan. Dia telah
memimpin kota ini dengan dedikasi penuh, membawa perubahan besar yang mengubah
wajah Zoukha dari kota yang dipenuhi industri ekstraktif menjadi kota hijau
yang cerdas dan berkelanjutan. Dia telah berhasil menutup tambang emas yang
merusak lingkungan, dan kini bekas pegunungan yang hancur telah kembali hijau.
Permukiman baru telah dibangun di atas lahan-lahan yang direklamasi dengan
perencanaan matang, menghadirkan kesejahteraan bagi warganya.
Tidak ada lagi polusi berat, tidak ada kesenjangan sosial.
Kota Zoukha telah menjadi model kota cerdas yang dicita-citakan banyak
pemimpin.
Namun, malam ini segalanya terasa goyah. Kota yang selama
ini ia lindungi dengan berbagai regulasi yang tepat, sedang mengalami guncangan
besar, baik secara fisik maupun eksistensial. Di layar lebar di depannya,
tampak suasana kota yang cukup gaduh. Proses sterilisasi empat titik anomali
waktu masih berlangsung. Petugasnya bekerja cepat di Pasar Sungai Emas, Menara
Jam Zoukha, Lorong Bawah Tanah Stasiun Tua, dan Reruntuhan Kota Lama. Tetapi,
satu hal yang masih menjadi teka-teki besar—di mana Apple 2050?.
Apple masih belum ditemukan. Jika ia benar-benar telah
berada di Control Building, maka itu
berarti Apple memiliki kendali penuh terhadap anomali waktu yang akan segera
aktif. Tak ada seorang pun yang lebih memahami teknologi kota cerdas ini selain
Apple 2050. Namun, yang menjadi pertanyaan besar adalah: apa yang akan
dilakukan Apple? Mengapa ia ingin mengembalikan Kota Zoukha ke waktu asalnya?
Wali Kota mengepalkan tangannya. Baginya, Kota Zoukha saat
ini adalah puncak peradaban. Kota yang sempurna. Jika anomali waktu membawa
mereka kembali ke masa lalu, apakah ada jaminan bahwa Zoukha akan berkembang
seperti saat ini? Apakah akan ada pemimpin lain yang mampu mempertahankan
keseimbangan ekologi, teknologi, kota yang bebas dari korupsi, dengan kondisi sosial
yang mapan seperti yang telah ia lakukan?
Dengan napas panjang, dia mengambil keputusan. Dia tidak
bisa membiarkan semua ini terjadi tanpa bertindak. Jika Apple 2050 benar-benar telah
berada di Control Building, maka dia
harus menemukannya sebelum semuanya terlambat.
Dia tidak bisa hanya duduk dan menyaksikan sejarah yang
telah ia bangun dengan susah payah kembali ke nol.
Dengan langkah tegap, dia meraih komunikatornya dan
menghubungi Leon.
"Leon, aku akan menyusulmu ke Control Building. Kita harus menemukan Apple 2050 sebelum semuanya
terlambat. Kota ini harus tetap seperti sekarang. Aku tidak akan membiarkan
semuanya hilang begitu saja."
Tanpa menunggu jawaban, Wali Kota Zoukha keluar dari ruang
kerjanya, menatap sekali lagi layar yang memperlihatkan kota yang sedang bersiap
menghadapi perubahan besar. Dalam hatinya, ia berdoa bahwa ia tidak terlambat
untuk menghentikan apa yang akan terjadi.
_______________
No comments:
Post a Comment