Thursday, March 6, 2025

BAGIAN 24: SANG PEMIMPIN KOTA

 APPLE 2050

Pingkan Hamzens

Novel Penyuluhan untuk Pembangunan Kota 

Misteri Perjalanan Waktu di Sebuah Kota


Bagian 24

Sang Pemimpin Kota

Malam itu, di ruang kerjanya yang luas dengan interior klasik modern, Wali Kota Zoukha berdiri di depan jendela besar yang menghadap ke pusat kota. Lampu-lampu di luar berkerlap-kerlip tak stabil, seakan menandakan kegelisahan yang menyelimuti kota. Gempa kecil telah mengguncang tiga kali malam ini, pertanda bahwa energi anomali waktu semakin menguat. Waktu menunjukkan lima belas menit sebelum lonjakan besar terjadi.

Pikirannya dipenuhi dengan berbagai pertimbangan. Dia telah memimpin kota ini dengan dedikasi penuh, membawa perubahan besar yang mengubah wajah Zoukha dari kota yang dipenuhi industri ekstraktif menjadi kota hijau yang cerdas dan berkelanjutan. Dia telah berhasil menutup tambang emas yang merusak lingkungan, dan kini bekas pegunungan yang hancur telah kembali hijau. Permukiman baru telah dibangun di atas lahan-lahan yang direklamasi dengan perencanaan matang, menghadirkan kesejahteraan bagi warganya.

Tidak ada lagi polusi berat, tidak ada kesenjangan sosial. Kota Zoukha telah menjadi model kota cerdas yang dicita-citakan banyak pemimpin.

Namun, malam ini segalanya terasa goyah. Kota yang selama ini ia lindungi dengan berbagai regulasi yang tepat, sedang mengalami guncangan besar, baik secara fisik maupun eksistensial. Di layar lebar di depannya, tampak suasana kota yang cukup gaduh. Proses sterilisasi empat titik anomali waktu masih berlangsung. Petugasnya bekerja cepat di Pasar Sungai Emas, Menara Jam Zoukha, Lorong Bawah Tanah Stasiun Tua, dan Reruntuhan Kota Lama. Tetapi, satu hal yang masih menjadi teka-teki besar—di mana Apple 2050?.

Apple masih belum ditemukan. Jika ia benar-benar telah berada di Control Building, maka itu berarti Apple memiliki kendali penuh terhadap anomali waktu yang akan segera aktif. Tak ada seorang pun yang lebih memahami teknologi kota cerdas ini selain Apple 2050. Namun, yang menjadi pertanyaan besar adalah: apa yang akan dilakukan Apple? Mengapa ia ingin mengembalikan Kota Zoukha ke waktu asalnya?

Wali Kota mengepalkan tangannya. Baginya, Kota Zoukha saat ini adalah puncak peradaban. Kota yang sempurna. Jika anomali waktu membawa mereka kembali ke masa lalu, apakah ada jaminan bahwa Zoukha akan berkembang seperti saat ini? Apakah akan ada pemimpin lain yang mampu mempertahankan keseimbangan ekologi, teknologi, kota yang bebas dari korupsi, dengan kondisi sosial yang mapan seperti yang telah ia lakukan?

Dengan napas panjang, dia mengambil keputusan. Dia tidak bisa membiarkan semua ini terjadi tanpa bertindak. Jika Apple 2050 benar-benar telah berada di Control Building, maka dia harus menemukannya sebelum semuanya terlambat.

Dia tidak bisa hanya duduk dan menyaksikan sejarah yang telah ia bangun dengan susah payah kembali ke nol.

Dengan langkah tegap, dia meraih komunikatornya dan menghubungi Leon.

"Leon, aku akan menyusulmu ke Control Building. Kita harus menemukan Apple 2050 sebelum semuanya terlambat. Kota ini harus tetap seperti sekarang. Aku tidak akan membiarkan semuanya hilang begitu saja."

Tanpa menunggu jawaban, Wali Kota Zoukha keluar dari ruang kerjanya, menatap sekali lagi layar yang memperlihatkan kota yang sedang bersiap menghadapi perubahan besar. Dalam hatinya, ia berdoa bahwa ia tidak terlambat untuk menghentikan apa yang akan terjadi.

_______________

No comments:

Post a Comment