APPLE 2050
Pingkan Hamzens
Novel Penyuluhan untuk Pembangunan Kota
Misteri Perjalanan Waktu di Sebuah Kota
Bagian
21
Menunggu Momen yang Tepat
Di dalam pasar,
Bryan versi 2050 dan kedua orang tua Apple 2050 bersembunyi di balik rak
penyimpanan makanan dan tumpukan kontainer logistik.
"Mereka sudah dekat," bisik
Bryan versi 2050, melihat dari celah rak ke arah pintu masuk pasar.
Ia tahu bahwa Apple
2050 telah merancang Kota Zoukha dengan sistem keamanan terbaik. Namun, ia juga
tahu ada kelemahan di dalamnya. Anomali waktu yang semakin kuat membuat sistem
pengawasan tidak sepenuhnya bisa dikendalikan.
Kedua orang tua
Apple 2050 terlihat gelisah. Mereka tahu bahwa dalam beberapa menit ke depan,
peristiwa besar akan terjadi. Waktu akan menentukan segalanya.
"Jika kita kembali ke waktu semula,
apakah kehidupan di sini akan tetap sama?" tanya mama Apple 2050
pelan.
"Tidak, semua di sini akan musnah. " jawab Bryan versi 2050, "tapi
itulah kehidupan.
Ketika mereka
berbicara, pintu belakang pasar terbuka sedikit. Sosok Bryan muda dan kedua
orang tua Apple terlihat masuk ke dalam, mencari tempat aman. Bryan versi 2050
menarik napas dalam-dalam.
Mereka berhasil
sampai di sini
____________
Ketegangan Meningkat
Waktu yang tersisa hanya 55 menit.
Di luar pasar, drone-drone keamanan semakin banyak.
Tim keamanan Kota Zoukha sedang mencari orang-orang yang tidak boleh berada di titik
anomali waktu.
Di dalam pasar, dua Bryan dari masa berbeda kini telah
berada di tempat yang sama, tapi belum menyadari kehadiran satu sama lain.
Dan di Control Building, Apple 2050 sedang memantau
semuanya.
Akankah
mereka berhasil mencapai titik anomali sebelum Wali Kota, Arman, dan Leon
menghentikan mereka?
_______________
Pertemuan yang Menggemparkan
Bryan muda, papa, dan mama Apple berjalan perlahan
di antara rak-rak tinggi Pasar Sungai Emas. Mereka berusaha mengatur napas,
memastikan langkah mereka tidak menimbulkan suara yang mencurigakan. Bryan muda
melirik ke jam tangannya—50 menit tersisa sebelum pusaran
anomali waktu mencapai puncaknya.
Mereka harus
menemukan titik anomali secepatnya.
Namun, ketika
mereka berbelok di antara tumpukan kontainer besar berisi bahan makanan segar,
sebuah suara pelan namun tajam terdengar dari sudut yang lebih gelap.
"Berhenti."
Bryan muda langsung
menegang. Ia berdiri di depan kedua orang tua Apple, bersiap jika ada sesuatu
yang tidak diinginkan.
Dari balik bayangan,
tiga sosok muncul perlahan.
Bryan muda
ternganga. Napasnya tercekat. Itu dirinya.
Sosok Bryan yang
lebih tua, dengan raut wajah yang lebih tegas dan sorot mata tajam, berdiri di
sana. Bryan versi 2050.
Di sampingnya,
berdiri papa dan mama Apple—dengan usia yang lebih tua, garis-garis halus di
wajah mereka, namun tetap dengan pancaran ketulusan yang sama.
"Astaga..." bisik mama Apple muda,
matanya membelalak melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih tua.
Tangannya menutupi mulutnya, hampir tidak percaya.
Papa Apple muda
mengerjapkan mata berkali-kali. "Ini... ini tidak
mungkin..."
Bryan muda mundur
satu langkah, menatap wajahnya sendiri di masa depan. Waktu seakan berhenti.
Ini bukan sekadar ilusi atau mimpi. Ini nyata.
"Kita tidak punya waktu untuk terkejut
terlalu lama," ujar Bryan versi 2050 dengan suara tenang, meskipun ada emosi
yang tersembunyi di dalamnya. "Aku tahu ini membingungkan,
tapi kalian harus mendengarkan kami."
Bryan muda menelan
ludah. "Jadi... ini benar-benar aku?"
Bryan versi 2050
tersenyum tipis. "Kau masih sulit percaya? Lihat
ini."
Ia mengangkat
tangan kirinya dan menarik lengan bajunya ke atas, memperlihatkan bekas luka
kecil di pergelangan tangannya. Luka yang sama—Bryan muda melihat ke tangannya
sendiri dan menyadari luka itu masih baru baginya.
Matanya melebar.
Tidak mungkin. Ini benar-benar dirinya di masa depan.
"Kita harus segera mencapai titik
anomali waktu," papa Apple 2050 akhirnya bersuara. "Waktu
kita semakin menipis."
Mama Apple muda
masih menatap dirinya dalam versi yang lebih tua dengan tatapan berkabut. "Bagaimana
ini mungkin terjadi? Bagaimana kita bisa sampai ke masa depan?"
Mama Apple 2050
menatapnya dengan penuh pengertian. "Kami juga mengalami hal
yang sama ketika pertama kali menyadarinya. Tapi yang terpenting sekarang, kita
harus bekerja sama. Jika kita gagal, kita semua bisa terjebak di sini
selamanya."
Bryan muda mengatur
napasnya, lalu mengalihkan pandangan ke Bryan versi 2050.
"Jadi, apa yang harus kita
lakukan?"
Bryan versi 2050
menatapnya dalam-dalam. "Kita harus mencapai titik
anomali di pusat Pasar Sungai Emas dan bersiap untuk momen pemulihan
waktu."
Papa Apple muda
akhirnya mengangguk. "Baiklah. Kalau begitu, ayo kita lakukan."
Dengan ketegangan
masih tinggi, dua Bryan dari masa berbeda, dan dua pasangan orang
tua Apple dari dua waktu berbeda, kini bersiap menghadapi takdir yang menunggu mereka di titik
anomali.(Bersambung)
_______________
No comments:
Post a Comment