Thursday, March 6, 2025

BAGIAN 21: MENUNGGU MOMEN YANG TEPAT

 

APPLE 2050

Pingkan Hamzens

Novel Penyuluhan untuk Pembangunan Kota 

Misteri Perjalanan Waktu di Sebuah Kota


Bagian 21

Menunggu Momen yang Tepat

Di dalam pasar, Bryan versi 2050 dan kedua orang tua Apple 2050 bersembunyi di balik rak penyimpanan makanan dan tumpukan kontainer logistik.

"Mereka sudah dekat," bisik Bryan versi 2050, melihat dari celah rak ke arah pintu masuk pasar.

Ia tahu bahwa Apple 2050 telah merancang Kota Zoukha dengan sistem keamanan terbaik. Namun, ia juga tahu ada kelemahan di dalamnya. Anomali waktu yang semakin kuat membuat sistem pengawasan tidak sepenuhnya bisa dikendalikan.

Kedua orang tua Apple 2050 terlihat gelisah. Mereka tahu bahwa dalam beberapa menit ke depan, peristiwa besar akan terjadi. Waktu akan menentukan segalanya.

"Jika kita kembali ke waktu semula, apakah kehidupan di sini akan tetap sama?" tanya mama Apple 2050 pelan.

"Tidak, semua di sini akan musnah. " jawab Bryan versi 2050, "tapi itulah kehidupan.

Ketika mereka berbicara, pintu belakang pasar terbuka sedikit. Sosok Bryan muda dan kedua orang tua Apple terlihat masuk ke dalam, mencari tempat aman. Bryan versi 2050 menarik napas dalam-dalam.

Mereka berhasil sampai di sini

____________

Ketegangan  Meningkat

Waktu yang tersisa hanya 55 menit.

Di luar pasar, drone-drone keamanan semakin banyak. Tim keamanan Kota Zoukha sedang mencari orang-orang yang tidak boleh berada di titik anomali waktu.

Di dalam pasar, dua Bryan dari masa berbeda kini telah berada di tempat yang sama, tapi belum menyadari kehadiran satu sama lain.

Dan di Control Building, Apple 2050 sedang memantau semuanya.

Akankah mereka berhasil mencapai titik anomali sebelum Wali Kota, Arman, dan Leon menghentikan mereka?

_______________

Pertemuan yang Menggemparkan

Bryan muda, papa, dan mama Apple berjalan perlahan di antara rak-rak tinggi Pasar Sungai Emas. Mereka berusaha mengatur napas, memastikan langkah mereka tidak menimbulkan suara yang mencurigakan. Bryan muda melirik ke jam tangannya—50 menit tersisa sebelum pusaran anomali waktu mencapai puncaknya.

Mereka harus menemukan titik anomali secepatnya.

Namun, ketika mereka berbelok di antara tumpukan kontainer besar berisi bahan makanan segar, sebuah suara pelan namun tajam terdengar dari sudut yang lebih gelap.

"Berhenti."

Bryan muda langsung menegang. Ia berdiri di depan kedua orang tua Apple, bersiap jika ada sesuatu yang tidak diinginkan.

Dari balik bayangan, tiga sosok muncul perlahan.

Bryan muda ternganga. Napasnya tercekat. Itu dirinya.

Sosok Bryan yang lebih tua, dengan raut wajah yang lebih tegas dan sorot mata tajam, berdiri di sana. Bryan versi 2050.

Di sampingnya, berdiri papa dan mama Apple—dengan usia yang lebih tua, garis-garis halus di wajah mereka, namun tetap dengan pancaran ketulusan yang sama.

"Astaga..." bisik mama Apple muda, matanya membelalak melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih tua. Tangannya menutupi mulutnya, hampir tidak percaya.

Papa Apple muda mengerjapkan mata berkali-kali. "Ini... ini tidak mungkin..."

Bryan muda mundur satu langkah, menatap wajahnya sendiri di masa depan. Waktu seakan berhenti. Ini bukan sekadar ilusi atau mimpi. Ini nyata.

"Kita tidak punya waktu untuk terkejut terlalu lama," ujar Bryan versi 2050 dengan suara tenang, meskipun ada emosi yang tersembunyi di dalamnya. "Aku tahu ini membingungkan, tapi kalian harus mendengarkan kami."

Bryan muda menelan ludah. "Jadi... ini benar-benar aku?"

Bryan versi 2050 tersenyum tipis. "Kau masih sulit percaya? Lihat ini."

Ia mengangkat tangan kirinya dan menarik lengan bajunya ke atas, memperlihatkan bekas luka kecil di pergelangan tangannya. Luka yang sama—Bryan muda melihat ke tangannya sendiri dan menyadari luka itu masih baru baginya.

Matanya melebar. Tidak mungkin. Ini benar-benar dirinya di masa depan.

"Kita harus segera mencapai titik anomali waktu," papa Apple 2050 akhirnya bersuara. "Waktu kita semakin menipis."

Mama Apple muda masih menatap dirinya dalam versi yang lebih tua dengan tatapan berkabut. "Bagaimana ini mungkin terjadi? Bagaimana kita bisa sampai ke masa depan?"

Mama Apple 2050 menatapnya dengan penuh pengertian. "Kami juga mengalami hal yang sama ketika pertama kali menyadarinya. Tapi yang terpenting sekarang, kita harus bekerja sama. Jika kita gagal, kita semua bisa terjebak di sini selamanya."

Bryan muda mengatur napasnya, lalu mengalihkan pandangan ke Bryan versi 2050.

"Jadi, apa yang harus kita lakukan?"

Bryan versi 2050 menatapnya dalam-dalam. "Kita harus mencapai titik anomali di pusat Pasar Sungai Emas dan bersiap untuk momen pemulihan waktu."

Papa Apple muda akhirnya mengangguk. "Baiklah. Kalau begitu, ayo kita lakukan."

Dengan ketegangan masih tinggi, dua Bryan dari masa berbeda, dan dua pasangan orang tua Apple dari dua waktu berbeda, kini bersiap menghadapi takdir yang menunggu mereka di titik anomali.(Bersambung)

_______________


No comments:

Post a Comment