Wednesday, March 5, 2025

BAGIAN 20: MENUJU TERBUKANYA PORTAL WAKTU

 APPLE 2050

Pingkan Hamzens

Novel Penyuluhan untuk Pembangunan Kota 

Misteri Perjalanan Waktu di Sebuah Kota


 

Bagian 20

Menuju Terbukanya Portal Waktu

Di atas Sungai Emas, di area taman restoran terapung  yang menjadi bagian dari Menara Jam Kota Zoukha, mulai dikelilingi oleh petugas keamanan. Wali Kota Zoukha telah mengeluarkan perintah untuk mensterilkan area tersebut. Dari lantai dua Menara Jam, yang terletak di atas restoran, Gio dan Fiskha muda bersembunyi di sudut yang tak terlihat langsung, mereka berempat bersama dengan versi mereka dari tahun 2050.

Gio 2050 menatap tajam ke luar jendela, mengamati gerakan petugas di bawah. "Mereka sudah mulai bergerak. Wali Kota tidak main-main. Apple 2050 benar-benar menjadi ancaman bagi mereka."

Fiskha muda menoleh, wajahnya masih menyimpan kebingungan. "Jadi benar, Apple 2050 ingin mengembalikan Kota Zoukha ke waktu asalnya?"

Fiskha 2050 mengangguk pelan. "Iya, dia telah menyadari sesuatu yang lebih besar. Kota Zoukha yang hijau, cerdas, dan tangguh ini memang impian kita semua, tetapi dia mengerti bahwa kehidupan bukan hanya tentang pencapaian. Ini tentang perjalanan. Tentang pengabdian yang sejati."

Gio muda mengerutkan dahi. "Tapi, apa yang salah dengan kehidupan di sini? Kota ini sempurna. Semua yang diimpikan manusia sudah terwujud di sini. Tak ada kemiskinan di sini. Kenapa harus mengembalikannya?"

Gio 2050 tersenyum tipis. "Karena ada harga yang harus dibayar. Apple 2050 akhirnya memahami bahwa anomali waktu telah menciptakan paradoks yang tidak seharusnya terjadi. Dia telah melihat sesuatu yang tidak kita ketahui sebelumnya. Kehidupan ini harus berjalan sebagaimana mestinya, dengan segala tantangannya, dengan segala perjuangannya. Bukan hanya sekadar hasil akhir yang sempurna, tetapi perjalanan yang penuh makna."

Fiskha muda terdiam, merenungkan kata-kata itu. "Jadi... kalian juga mendukung Apple 2050?"

Fiskha 2050 menatapnya lembut. "Kita semua sudah ada di titik ini karena perjuangan. Tapi pada akhirnya, kita harus menerima bahwa takdir bukan sesuatu yang bisa kita atur seenaknya. Kita hanya bisa menjalaninya dengan sebaik mungkin. Dan Apple 2050 sudah memilih jalannya. Kita harus percaya padanya."

Gio muda menarik napas dalam. "Jadi, apa yang harus kita lakukan sekarang?"

Gio 2050 melirik ke arah luar lagi. “ Kita harus tetap di sini. Tetap berada di area Menara Jam Kota Zoukha. Kita harus tidak diketahui sudah berada di sini. Sambil menunggu momen tepat pada pukul 00.00 untuk bersama masuk ke dalam pusaran anomali waktu.”

Tiba-tiba terdengar beberapa langkah memasuki ruangan tempat mereka berempat bersembunyi. Waktu menunjukkan pukul 23.17.

_______________

Bryan muda dan kedua orang tua Apple tengah bergerak cepat menuju Pasar Sungai Emas. Namun, perjalanan mereka tidak mudah. Kota Zoukha mulai menunjukkan tanda-tanda ketidakstabilan akibat perubahan anomali waktu. Lampu-lampu jalan berkedip-kedip, beberapa kendaraan listrik mendadak berhenti, dan jalanan yang biasanya tertata rapi kini terasa bergetar pelan.

Tiba-tiba, sebuah patroli keamanan kota—yang pasti atas instruksi Wali Kota, mulai memeriksa setiap orang yang bergerak menuju titik-titik anomali waktu. Mereka harus mencari cara untuk menghindari pemeriksaan ini. Bagaimana mereka akan melewati keamanan tanpa menarik perhatian?

Sementara itu, Bryan versi 2050 telah lebih dulu sampai di Pasar Sungai Emas dan bersembunyi di sebuah area tersembunyi di balik rak-rak penyimpanan bahan pangan. Ia bersama kedua orang tua Apple 2050, yang sudah mulai memahami bahwa waktu mereka di di sini semakin sedikit. Namun, mereka juga tahu bahwa masih ada kemungkinan besar para petugas atas perintah Wali Kota akan berusaha mencegah mereka mencapai titik anomali.

Sementara itu…

Bryan muda dan kedua orang tua Apple mempercepat langkah mereka menuju Pasar Sungai Emas. Namun, baru saja mereka berbelok di sebuah gang sempit yang mengarah ke pasar, suara mekanik dari drone keamanan terdengar mendekat.

"Mereka sedang memperketat pengawasan!" bisik Bryan muda dengan napas memburu.

Dari atas, drone-drone berteknologi tinggi milik Pemerintah Kota Zoukha melayang perlahan, memindai wajah-wajah orang yang melintas. Bryan muda menyadari bahwa sistem pengenalan wajah bisa saja mengenalinya—dan jika itu terjadi, mereka akan langsung ditangkap dan dihalangi untuk mencapai titik anomali waktu.

"Kita tidak bisa melewati jalan utama, terlalu berisiko," kata papa Apple, dengan wajah tegang.

"Tapi kita harus cepat, waktu kita hampir habis," tambah mama Apple, menggenggam lengan Bryan muda.

Mereka mengalihkan jalur ke lorong belakang sebuah restoran tua yang kini hampir tak terpakai. Aroma masakan dari dapur-dapur modern di sekitarnya bercampur dengan suara bising pasar. Bryan muda melihat ke sekeliling—mereka harus berbaur, menyelinap tanpa menarik perhatian.

Namun, tepat saat mereka keluar dari lorong sempit itu, seorang pria dengan seragam keamanan menghadang mereka.

"Tunggu, kalian mau ke mana?" tanyanya, matanya tajam menatap mereka bertiga.

Bryan muda berpikir cepat. Ia menarik lengan papa dan mama Apple, berpura-pura tertawa sambil menjawab, "Kami hanya mencari bahan makanan. Ibu saya ingin memasak hidangan istimewa malam ini."

Penjaga itu memandang mereka curiga. Waktu seakan berjalan lambat. Namun, sebelum pria itu bertanya lebih lanjut, suara ledakan kecil terdengar dari arah lain pasar. Beberapa orang berteriak kaget, membuat penjaga itu beralih perhatian dan langsung berlari ke arah sumber suara.

Tanpa membuang waktu, Bryan muda dan kedua orang tua Apple langsung menyelinap masuk ke dalam Pasar Sungai Emas.

_______________


No comments:

Post a Comment