Tulisan Mengenal GEO KORO Segi Tiga Sejarah Kebencanaan
Kota Palu hadir untuk mengabadikan momen bersejarah yang terjadi di Kota
Palu dan sekitarnya pada senja hari di tanggal 28 September 2024.
Jum’at senja gempa bumi 7,4 SR mengguncang Kota Palu disertai tsunami dan likuefaksi. Senja bersejarah bagi warga Kota Palu yang memiliki warisan bumi Sesar Palu-Koro hingga perlu dicatat sebagai hari bersejarah yang penting dan perlu dimaknai dengan hikmat dan penuh perenungan.
Senja yang patut tetap diketahui dan dikenang oleh para pewaris Kota Palu.
Senja 28 September 2018 menyampaikan ‘pesan’ penting bagi Warga Kota Palu. Suatu senja yang patut diingat sebagai rangkaian perjalanan Warga Kota Palu bertutur sapa dengan alam.
Senja 28 September 2018 telah melahirkan Segi Tiga
Sejarah Kebencanaan Kota Palu. Suatu bukti bahwa alam dan manusia sesungguhnya
berinteraksi.
Tulisan ini menampilkan khusus tentang GEO KORO Segi Tiga
Sejarah Kebencanaan Kota Palu.
Selamat membaca.
Sejarah Baru Kota Palu
Warga Kota Palu terhenyak ketika guncangan hebat
melanda kota di senja Jum’at 28 September 2018. Guncangan hebat yang dimaksud
adalah gempa bumi yang diakibatkan aktivitas Sesar Palu Koro telah menyebabkan
tsunami dan likuefaksi dengan korban jiwa dan berbagai kerusakan alam, sarana prasarana,
dan infrastruktur.
Ahli Geologi FMIPA UI, Reza Syahputra menyebut ada
dua kemungkinan yang menyebabkan terjadinya gempa yang berujung tsunami
berkekuatan 7.4 SR di Palu, Sulawesi Tengah pada Jum’at 28 September 2018.
Sebelumnya ia mengungkapkan gempa bumi di Kota Palu disebabkan oleh patahan
lempeng bumi yang bergerak dan saling mendesak, ada patahan utama yang cukup
besar yakni Sesar Palu Koro yang memotong wilayah “leher” Sulawesi Tengah. https://www.ui.ac.id/ahli-geologi-fmipa-ui-longsor-di-dasar-teluk-palu-koro-diduga-picu-tsunami-2/
Senja 28 September 2018 telah melahirkan sejarah baru
bagi Kota Palu. Karenanya momen penting ini perlu untuk dikenang dan menjadi
pelajaran berharga berupa pengetahuan kebumian dan kebencanaan yang patut terus
dipelajari. Pengetahuan yang jika terus menerus ditelusuri akan meningkatkan
pemahaman karakteristik wilayah Kota Palu yang unik. Pengetahuan yang akan
menghindarkan manusia dari berbagai bencana dan kerugian di masa depan.
Kota Taman Bumi “Palu Geopark City”
Tidak mudah mencari suatu konsep yang membumi yang dapat
diterima dan dijalankan sebagai cara pandang bersama. Cara hidup di mana warga
Kota Palu perlu lebih adaptif terhadap kondisi wilayah yang rawan bencana. Cara
hidup baru ini diharapkan dapat membudaya dari masa ke masa. Untuk itu Kota
Palu perlu memiliki suatu konsep penataan kota yang spesifik, konsep penataan
kota yang lahir dari karakteristik alam yang rawan terhadap bencana.
Gagasan pertama adalah melakukan Renovasi Kota, yaitu menata ulang Kota Palu pasca bencana. Gagasan ini selanjutnya berkembang seiring dengan pengamatan terhadap fenomena-fenomena kebencanaan yang hadir beriringan: gempa bumi, tsunami, dan likefaksi. Bencana alam yang beruntun telah menciptakan perubahan kondisi kota, maka cara memahami dan memaknai kehidupanpun di Kota Palu harus berubah.
![]() |
Gambar 1. Hari Perubahan Bagi Kota Palu |
28 September 2018 adalah titik balik untuk menghadirkan masa depan yang lebih terencana bagi Warga Kota Palu khususnya, dan masyarakat Sulawesi Tengah umumnya. 28 September 2018 adalah titik balik untuk menghadirkan masa depan di saat ini melalui perencanaan kota yang memperlihatkan kecerdasan pemerintah kota dan seluruh warga dalam menata kota, mengelola ekosistem, menjadikan kota aman dan tangguh serta layak huni sepanjang masa.
Untuk itu kota Palu membutuhkan Konsep Perencanaan Kota yang
spesifik yang dapat memenuhi kriteria yang diharapkan.
Konsep itu adalah Geopark City
Geopark City adalah kota yang direncanakan,
ditata dan dikelola berbasis keseimbangan ekologi dengan kepedulian yang tinggi
terhadap lingkungan dengan mengupayakan pengurangan resiko bencana.
Geopark City direncanakan bersama warga dengan
pelibatan aktif masyarakat kota.
Perencanaan dan tata kelola Geopark City
dilakukan dengan cara konservasi, edukasi, dan penyelenggaraan ekonomi
masyarakat secara berkelanjutan, disertai memberi layanan infrastruktur yang
bertujuan semata-mata meningkatkan kualitas lingkungan, kesejahteraan, dan
keselamatan warga kota (Palu Geopark City, IAP Sulteng, 2021).
Geopark City mengadopsi konsep geopark
yang di elaborasi dengan beberapa konsep perencanaan dan penataan kota yaitu: green
city, resilient city, livable city, smart city. Selanjutnya
dalam perkembangan memungkinkan mengadopsi konsep lainnya, untuk diaplikasikan
dalam perencanaan, penataan dan tata kelola kota yang mempertimbangkan
keseimbangan ekologi, potensi kerawanan bencana secara spesifik, serta potensi
pariwisata hijau sebagai penggerak ekonomi masyarakat.
Penerapan Geopark City fokus pada upaya
menciptakan warga kota yang makin produktif melalui pembangunan kepariwisataan
berbasis partisipasi warga kota dengan mengedepankan kemampuan melakukan
konservasi, edukasi, dan penyelenggaraan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan,
disertai memberi layanan infrastruktur yang bertujuan semata-mata meningkatkan
kualitas lingkungan, kesejahteraan, dan keselamatan warga kota.
Kota Taman
Bumi “Palu Geopark City” adalah konsep penataan Kota Palu yang
digagas untuk membangun kemampuan yang tinggi bagi warga kota beradaptasi untuk
mencapai kehidupan yang produktif, harmonis, dan adaptif terhadap kerawanan
bencana yang dimiliki Kota Palu.
“Palu Geopark City” menciptakan harapan dan kemampuan menata masa depan dengan optimis melalui kecerdasan memahami cara hidup di kota yang cantik namun rawan bencana. Warga Kota Palu perlu terus menerus belajar, menjadikan pengetahuan kebumian dan kebencanaan sebagai kewajiban tiap generasi untuk dipahami dan dipelajari sebagai bekal hidup cerdas dan tenang serta penuh ketakwaaan.
Geo Koro: Segi Tiga Sejarah Kebencanaan Kota Palu
Kota Palu dan Warisan Geologi
Secara umum, Warisan Geoilogi (Geosite) Kota Palu terdiri dari 5 (lima) Dimensi bentang alam Kota Palu yang merupakan Warisan Geologi Umum, yaitu:
- Teluk
- Lembah
- Sungai
- Bukit
- Pegunungan
Selain itu terdapat Warisan Geologi spesifik yaitu:
1. Sesar Palu Koro yang melintasi Kota Palu
2. Kawasan Segi Tiga Sejarah Kebencanaan Kota Palu
28 September 2018 meliputi area eks tsunami di Pesisir Pantai Talise Teluk Palu ; area eks
likuefaksi Balaroa; dan area eks likuefaksi Petobo.
3. Situs-situs bencana
Lokasi Segi Tiga Sejarah Kebencanaan Kota Palu yaitu: di area eks tsunami di Pesisir Pantai Talise Teluk Palu; area eks likuefaksi Balaroa; dan area eks likuefaksi Petobo. Segi Tiga Sejarah Kebencanaan Kota Palu merupakan Warisan Geologi yang terbentuk saat terjadi gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi di Kota Palu pada hari Jum’at 28 September 2018.
Gambar 2. Geo Koro Segi Tiga Sejarah Kebencanaan Kota Palu |
Hal ini memperlihatkan bahwa untuk dapat tetap hidup dengan aman, nyaman, dan produktif di Kota Palu yang rawan terhadap bencana alam diperlukan perubahan yang mendasar dalam cara berpikir dan bertindak, yaitu:
- Mengetahui
karakteristik kebumian dan potensi bencana
- Mampu
menjadikan mitigasi bencana sebagai budaya
Segi Tiga Sejarah Kebencanaan Kota Palu dan “Palu Geopark
City”
Sebutan Geo
Koro untuk menamakan Segi Tiga Sejarah Kebencanaan Kota Palu berasal dari
nama Sesar Palu Koro yang menyebabkan ‘lahirnya’ ketiga kawasan sejarah
kebencanaan ini.
Geo Koro
Segi Tiga Sejarah
Kebencanaan Kota Palu adalah embrio lahirnya “Palu Geopark City.”.Fenomena
gempa bumi, tsunami dan likuefaksi telah menghadirkan suatu konsep penataan
kota yang dilahirkan untuk mencapai kemampuan adaptasi yang baik bagi kota yang
rawan terhadap bencana alam dengan tetap menjaga kearifan lokal yang dikemas
dalam kemampuan konservasi.
“Palu
Geopark City.”.merupakan
City Branding Kota Palu dan menjadi tag line pembangunan kepariwisataan
Kota Palu dan termuat dalam Perda Kota Palu Nomor 13 tahun 2022 tentang Rencana
Induk Pembangungan Kepariwsataan Kota Palu.
Kehadiran Segi Tiga Sejarah Kebencanaan Kota Palu membuka banyak hal, termasuk tabir pengetahuan kebencanaan. Melalui Konsep Penataan Kota “Palu Geopark City” pemerintah dsn warga kota diharapkan untuk:
- Cerdas
memahami yang terjadi pada tanggal 28 September 2018
- Berubah
cara berpikir dan bertindak
- Menjadi
manusia yang lebih baik dari sebelumnya
- Hidup
produktif dan cerdas di kota yang rawan bencana
- Mampu
menarik masa depan yang baik di hari ini
Segi Tiga Sejarah Kebencanaan Kota Palu dan Kondisi Pasca
Bencana
Segi
Tiga Geo Koro atau
Segi Tiga Sejarah Kebencanaan Kota Palu yang terletak di area eks
tsunami Pesisir Pantai Talise Teluk Palu; area eks likuefaksi Balaroa; dan area
eks likuefaksi Petobo perlu secara serius ditangani. Kawasan ini sangat spesial
dan merupakan sumber pengetahuan kebumian, khususnya terkait gejala gempa bumi,
tsunami, dan likuefaksi.
Pelibatan warga untuk bersama-sama membicarakan masa depan
ketiga kawasan ini sangat penting. Terutama agar ketiga kawasan ini dapat
dijaga, dirawat, dan menjadi kawasan yang kembali produktif dan terjaga
keamanannya.
Pasca bencana banyak hal yang harus ditangani pemerintah, yaitu hunian warga yang terdampak bencana terutama warga di ketiga Kawasan Sejarah Kebencanaan Kota Palu. Selanjutnya tentu sudah harus dilakukan langkah-langkah yang fokus untuk menangani Kawasan Segi Tiga Sejarah Kebencanaan Kota Palu.
Langkah-Langkah Penanganan
- Memperjelas
status lahan dan pola penanganan lahan
- Mengembangkan
konsep penanganan sebagai kawasan yang perlu dikonservasi namun tetap
produktif.
- Melibatkan
warga dalam perencanaan dan penataan.
- Memberikan
edukasi bahwa ketiga kawasan ini perlu dirawat dan dijaga sebagai warisan
pengetahuan kebumian dan kawasan sejarah tsunami dan likuefaksi yang perlu
dikenang.
- Mengembangkan
ekonomi lokal yang adaptif dan produktif yang mendukung pariwisata.
- Menjelaskan
potensi sebagai geowisata sejarah tsunami dan likuefaksi yang dapat
ditangani bersama untuk kesejahteraan warga; mengembangkan paket wisata edukasi kebencanaan.
- Membuat
skema pengembangan dan pengelolaan yang dapat dijadikan panduan untuk
memulai menata Kawasan Segi Tiga Sejarah Kebencanaan Kota Palu.
Perlunya Riset
Untuk dapat menjalankan langkah-langkah di atas, maka perlu
dilakukan riset penanganan dan pengelolaan Kawasan Segi Tiga Sejarah
Kebencanaan Kota Palu yang dapat berdampak pada kebaikan yang luas di masa
mendatang.
Referensi
Ahli Geologi FMIPA UI: Longsor di Dasar Teluk Palu Koro
Diduga Picu Tsunami. https://www.ui.ac.id/ahli-geologi-fmipa-ui-longsor-di-dasar-teluk-palu-koro-diduga-picu-tsunami-2/
Mengapa Terjadi Likuifaksi di Palu Menurut Ahli Geologi ITB.
https://www.itb.ac.id/berita/mengapa-terjadi-likuifaksi-di-palu-menurut-ahli-geologi-itb/56834
Palu Geopark City. Workshop IAP Sulteng. Oktober
2021.
Perda Kota Palu Nomor 13 Tahun 2022 tentang Rencana Induk
Pembangunan Kepariwisataan Kota Palu.
Bagus, tulisan yang mengingatkan penduduk Kota Palu
ReplyDelete